oleh

Wow!!! Ada yang menarik di Desa Salulemo, yuk’ kita intip

MATARAKYAT_LUTRA – Salulemo, Salah satu Desa di Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan terbilang terpencil. Tapi siapa sangka, Desa berpenduduk sekitar 1000 KK ini telah didatangi 24.000-an Warga, mulai dari Sumatera hingga Papua.

Walaupun tidak ada objek yang istimewa yang bisa dilihat di Desa Salulemo. Tapi, di Desa yang berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Masamba ini telah didatangi 24.000- an warga dari berbagai penjuru Indonesia.

Pasalnya, Desa tersebut terdapat satu Lembaga Swadaya Masyarat (LSM) yang diakui Pemerintah Pusat karena memiliki konsep Pemberdayaan yang cukup bagus dan berhasil. Yakni, Lembaga Pemberdayaan Teknologi Tepat Guna (LPTTG Malindo) yang didirikan seorang birokrat, mantan pejabat eselon II yang ingin mengabdi untuk kepentingan masyarakat kecil dan menengah yang bukan saja untuk masyarakat Luwu Utara tetapi untuk seluruh masyarakat Indonesia, yakni H . Sakaruddin, ia memang Lahir dan besar di Desa itu, ia sempat menjadi staf di Universitas Tadulako Palu, lalu kemudian dipanggil Bupati untuk menduduki jabatan eselon II di Kampung halamannya Luwu Utara.
Waktu itu.

Sakaruddin didaulat menjadi Kepala Bapptek Lutra selama kurang lebih empat tahun, setelah sebelumya menjadi Staf Ahli Gubernur Sulteng beberapa priode, dan Staf Khusus Walikota Palu, jaman Ruly Lamajidi , SH, lalu kemudian pensiun dini diusia 50 tahun gol IV/E lalu mengembangkan LPTTG Malindo yang sudah ia rintis sejak masih di Kota Palu, yaitu LPTTG Siranindi tahun 1999, lalu dirubah menjadi LPTTG Malindo tahun 2003 diresmikan oleh mendikbud Prof. Malik Fadjar, Gubernur Sulsel H. Amin Syam dan Bupati Luwu Utara H.M Luthfi .

Kampus LPTTG Malindo cukup sederhana, terdapat tiga ruangan semi permanen beratap daun rumbia tempat pengolahan, ruangan mesin pengemasan, Ruang makan dan sebuah Mushollah .

Didalam juga ada 10 kamar khusus untuk pejabat yang berkunjung kesana .
Malindo tidak menyiapkan penginapan untuk peserta, sebab peserta yang datang akan dinginapkan secara Home stay di 70 unit rumah-rumah penduduk di Salulemo dan sekitarnya .

Dengan konsep pemberdayaan makanya masyarakat disana berlomba-lomba memperbaiki Sarana Mandi cuci Kakus (MCK) mereka .

Dari Home Stay itu warga setempat akan menerimah bayaran dari Malindo setiap ada peserta yang akan menginap Rp . 210.000/ malam /6 orang inap atau 2 ,1 juta /10 malam.

Keberadaan LPTTG Malindo sudah diakui Pemerintah pusat, itulah sebabnya Menteri Pendidikan waktu Malik Fajar mengunjungi khusus LPTTG Malindo, termasuk 19 Gubernur, 16 Bupati / Walikota , dan lebih 24000 orang rakyat juga sudah pernah datang di Malindo.

Tentu, mereka membawa ribuan rakyatnya berguru konsep dan aplikasi ekonomi kerakyatan pelatihan 80% praktek, disana membuat aneka produk pangan kering yang awalnya tidak punya nilai jual menjadi bernilai tinggi . Tak hanya itu, Pola pikir (Mindset) masyarakat diubah di Malindo .
Saat ini Kampus Malindo masih diisi oleh 267 -an rakyat Kab. Sigi Provinsi Sulawesi Tengah dari 1.200 orang dari 13 desa yang belajar mengolah ubi jalar, kelor, ikan air tawar gabus , labu dll menjadi pangan kering dengan merek Tora-tora sigi, Sigi Masagena, Sigi Mabelo .

Ini kegiatan sehari-hari warga yang tergabung di LPTTG Malindo.

Liputan: Rama | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed