oleh

Indonesia Peringkat Kedua Penghasil Sampah Plastik di Dunia

MATARAKYAT-.MAKASSAR — International Symposium on Marine Plastic Debris Solution berlangsung di Makassar (8/8) di hadiri Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan.

Persoalan limbah plastik sudah menjadi persoalan serius, semua pihak harus dapat ambil bagian dalam strategi pengurangan sampah plastik.

Gubernus Sulsel berharap hasil simposium nantinya bisa diaplikasikan secara efektif untuk mengentaskan persoalan limbah plastik yang kian mengkhawatirkan. Termasuk melahirkan regulasi dan rekomendasi terkait langkah-langkah yang akan dilakukan ke depan.

Dia menekankan, akademisi maupun mahasiswa di Sulawesi Selatan harus berperan dan ambil bagian membuat Indonesia lebih maju dan berkembang ke depan dengan ilmu dan teknologi. Termasuk ambil bagian dalam menangani persoalan limbah plastik tersebut.

Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan mengemukakan, butuh inovasi, terobosan dan pemikiran yang luas, khususnya di kalangan akademisi dalam memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi bersama. Termasuk dalam menangani persoalan limbah plastik.

Dia melanjutkan, salah satu upaya yang telah dilakukan adalah mendaur ulang limbah plastik menjadi bahan untuk pembuatan jalan.

“Sudah kita lakukan adalah sampah plastik dicampur aspal. Campuran itu kemudian digunakan untuk mengaspal jalan. Hasilnya lebih kuat dan murah,” ungkapnya.

Saat ini, sampah plastik sudah menjadi persoalan serius dan isu global serta merupakan bagian masalah lingkungan. Indonesia bahkan peringkat kedua di dunia sebagai negara penghasil sampah plastik yang menjadi limbah di Laut setelah Tiongkok.

Liputan : Noya

Komentar

News Feed