oleh

Melalui Perundingan, PT. Truba Bersedia Bayar Pesangon Eks Karyawan

MATARAKYAT_LUTIM – Puluhan eks PT. Truba tergabung dalam Aliansi Rakyat Miskin Lingkar Tambang (ARMLT) Luwu Timur mendatangi kantor Disnaker Lutim, Rabu (09/08/17).

Puluhan eks karyawan mendatangi kantor Disnaker dalam rangka menuntut pesangon yang tidak terbayarkan oleh perusahaan PT Truba dengan menerbitkan surat pelepasan hak.

Hal tersebut dalam rangka pertemuan membahas tuntutan pelepasan hak yang diterapkan oleh pihak PT. Truba sehinga diduga merugikan puluhan eks karyawan.

Turut hadir Tim Mediator Industrial Disnaker Provinsi Sulsel, Bidang HI dan PTK Dinas Transmigrasi, Industri dan Tenaga Kerja Luwu Timur serta pihak HRD PT. Truba.

Dalam laporannya, Kabid HI dan PTK Disnaker Lutim, Nasrullah mengatakan, rangkaian dari kegiatan cukup panjang sejak 18 mei 2017 tentang persilihan antara PT Truba dan Eks Karyawan tgl 30 mei 2017 namun perundingan itu tidak menuai kesepakatan. Sampai saat ini dilakukan mediasi, ungkapnya.

Sementara itu, Dra. Hj Nurwira selaku mediator hubungan industrial Prov. Sulsel mengatakan, persoalan ini saya lihat cukup lama, setelah saya amati surat aduan saya simpulkan bahwa persoalan ini yakni eks karyawan menuntut pesangon, katanya.

Lanjutnya, kami selaku tim mediasi berharap persoalan ini selesai dengan mufakat tanpa mengarah kepengadilan, ujarnya.

Diketahui, meskipun perundingan tersebut terbilang alot, akhirnya menuai titik terang antara keduabelah pihak dengan bersedia melakukan pembayaran pesangon terhadap eks karyawan yang bertanda tangan pada pelepasan hak secara bertahap yakni, tahap pertama tanggal 25-30 Agustus 2017 pembayaran untuk 19 orang.

Sementara tahap ke dua, tanggal 23-30 september 2017 untuk pembayaran 27 orang.

Untuk jumlah pesangon yang bakal diterima, sebesar Rp 2,5 juta per orang.

Liputan: Harding | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed