oleh

Jaringan D.I Bendung Baliase Bakal Dibangun

MATARAKYAT_LUTRA – Tim persiapan pengadaan tanah Prop. Sul-Sel bekerjasama dengan Dinas Perumahan, kawasan permukiman dan pertanahan (DPRKP2) Kab. Luwu Utara menyelenggarakan Konsultasi publik jaringan D.I bendung Baliase di desa Toradda.

Ini berlangsung selama 3 (tiga) hari, pada tanggal 9-11 Agustus 2017 di 3 (tiga) kecamatan yaitu, Kec. Masamba desa Toradda, kec. Malangke desa Kariango, kec. mappedeceng dan Kec. Sukamaju.

Dialog dan konsultasi publik jaringan D.I bendung Baliase ini dihadiri oleh Asisten Ekonomi dan pembangunan, H. Syamsul Syair yang dalam hal ini mewakili Bupati Luwu Utara sekaligus membuka acara.

Turut pula hadir Kepala Dinas PKP2 Ir. Anugrah Ali Anwar, Kepala Dinas PU dan penataan ruang, Suaib Mansyur, PPK Irigasi dan Rawa IV Zul Arifin ST, kepala badan Pertanahan Luwu Utara, Kapolres Luwu Utara, Camat Masamba serta peserta Konsultasi Publik dalam hal ini warga masyarakat pemilik tanah.

Tujuan diselenggarakan kegiatan ini Sebagai bentuk upaya perealisasian rencana pembangunan jaringan D.I bendung Baliase dan memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya pemilik lahan bahwa dalam penyelengaraan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum itu tentunya masih perlu beberapa tahapan kegiatan meliputi, tahapan perencanaan, tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan dan tahapan penyerahan hasil pekerjaan.

Dilaksanakannya konsultasi publik ini ialah sebagai bentuk tahapan persiapan dari sebanyak 4 tahapan yang mesti dilalui, yang salah satunya bertujuan untuk mendapatkan kesepakatan lokasi rencana pembangunan dari pihak yang berhak.

Dalam rencana pembangunan jaringan D.I Baliase ini akan melewati 5 (lima) Wilayah Kecamatan, 38 Desa dan 2 (dua) Kelurahan, kecamatan Baebunta 4 desa, Kecamatan Sukamaju 7 desa, Kecamatan malangke 6 desa, kecamatan mappedeceng 14 desa, Kecamatan Masamba 7 desa dan akan melibatkan sebanyak 3573 Subyek (pemilihan tanah/lahan).

Dalam sambutannya, Syamsul Syair menuturkan Pembangunan jaringan D.I Bendung Baliase ini bertujuan untuk menunjang pembangunan di sektor pertanian dalam rangka mendukung program ketahanan pangan Nasional, yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian dan tentunya dapat miningkatkan taraf hidup petani di daerah kita, ucapnya.

Beliau juga berharap bahwa dengan tumbuhnya sikap dan rasa keikhlasan dari para pemilik lahan, agar kiranya dapat berpartisipasi dan bersinergi bersama segenap pemangku kepentingan lainnya untuk dapat membangun dan melahirkan kesepakatan bersama,” tandasnya.

Liputan: Rama | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed