oleh

Cegah Pertikaian Pemuda, Badan Kesbangpol Kumpulkan Tokoh Etnis

MATARAKYAT_LUTRA – Pertikaian pemuda yang kerapkali terjadi di beberapa Kecamatan di Luwu Utara.
Untuk mengantisipasi terjadinya konflik yang berkelanjutan, Badan Kesbangpol Lutra menghadirkan tokoh-tokoh etnis seperti tokoh etnis Jawa, Sunda, Bali, Bugis, Makassar, Lombok, Enrekang, Toraja, Rongkong dan Makole Baebunta untuk duduk bersama menyikapi persoalan konflik yang terjadi di masyarakat, Selasa (15/8/17) di ruang rapat Badan Kesbangpol Lutra.

Asisten Tata Pemerintahan, Andi Sarappi mengatakan, dengan hadirnya tokoh etnis yang ada di Luwu Utara yang terhimpun dalam Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) ini, kita menyamakan persepsi dan konsep pencegahan dan penanganan konflik yang sering terjadi di masyarakat.

Karena keterlibatan yang di tokohkan ini sangat penting dan mempunyai peran yang strategis dalam menyikapi persoalan yang terjadi di masyarakat.

Peran aktif yang lebih luas dari tokoh etnis ini dalam menciptakan kantibmas di masyarakat hingga pada tataran pemerintah desa sehingga masing-masing rumpun yang bertikai dapat diselesaikan sendiri secara internal dan tidak meluas ke rumpun yang lain, kata Andi Sarappi.

Ketua FPK, H. Paradenga mengatakan, organisasi yang dipimpinnya ini merupakan mediator bukan eksekutor dalam menyikapi persoalan yang terjadi di masyarakat.

Melalui pendekatan persuasif dan kekeluargaan peran FPK terhadap konflik yang terjadi di masyarakat dan apabila sudah masuk rana hukum kita serahkan kepada aparat penegak hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, ujar Paradenga.

Salah seorang tokoh etnis Toraja, Rabang mengatakan, pihaknya mengharapkan simpul koordinasi mulai tataran kepala RT, RW, Kepala Dusun, Kepala Desa dan Camat yang tahu persis keadaan warganya jika menemukan warga yang terindikasi perbuatan melanggar hukum.”Kalau semua unsur saling membangun koordinasi maka semua persoalan akan teratasi dengan cepat dan baik, katanya.
Liputan: Rama | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed