oleh

Bisnis “Gorilla” di Dunia Maya, Ditangkap di Dunia Nyata

RATARAKYAT-MAKASSAR, MCL yang merupakan mahasiswa semester 12 sejak 2016 lalu sudah melakoni profesi pengedar tembakau gorilla oplosan yang didapatnya dari hasil berselancar di internet tetapi berhasil diringkus personil Satresnarkoba Polrestabes Makassar di Jalan Toddopuli X, Senin (14/8/2017) sekitar pukul 17.30 Wita.

Wakasat Reserse Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Fajri mengatakan, penangkapan pelaku berdasarkan informasi dari masyarakat menindak lanjuti informasi tersebut kemudian personil melakukan pengintaian secara mendalam terhadap rumah yang diduga menjadi tempat transaksi dan pengunaan tembakau gorilla tersebut.

“Personil berhasil mengamankan beberapa barang bukti dalam bentuk sachet tembakau gorilla yang masih original seberat 250 gram, disamping itu juga personil mengamankan beberapa paket yang masih kosong, dipaket lagi menjadi paket-paket kecil untuk diedarkan kepada pelanggannya,”kata Fajri di Mapolrestabes Makassar, Rabu (16/8/2017).

Ini cukup membuat resah, kata Fajri, karna tersangka sudah bisa mempaket persis seperti aslinya, memiliki paket yang sangat menarik dalam artian dicetak rapi.

“Tembakau gorilla diorder via online, tersangka juga buat paket-paket kecil yang siapkan untuk tempati sachet-sachet tadi. Tersangka mencampur tembakau gorilla dengan tembakau lain dan

juga dilengkapi hologram setelah ditutup terus ditempelkan dengan hologram yang menandakan seolah-olah bahwa barang tersebut adalah asli,”jelasnya.

Dari hasil interogasi tersangka mendapatkan tembakau gorilla dari via internet melakukan pembelian secara online.

Menurut pengakuannya berawal dari tahun 2016 sebelum ada undang-undang yang mengatur peredaran tembakau gorilla dia sudah melakoni kegiatan tersebut. Awalnya tersangka hanya mengorder 100 gram hingga terakhir mengorder 250 gram dan usaha tersebut sudah dijalankan selama 1 tahun.

“250 gram tembakau gorilla harganya senilai 25 juta rupiah dan keuntungan dari hasil penjualan tembakau gorilla senilai 15 juta rupiah,”ujarnya.

“Tersangka dalam menjalankan usaha penjualan tembakau gorilla murni dijalankan seorang diri. Pelaku sendiri yang melakukan prosesnya mulai dari mengorder barang hingga pembuatan paket perpaket termasuk memasarkan kepada pelanggannya dan barang tersebut dikirim dari Jakarta,”tambahnya.

Tersangka dikenakan pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Narkotika dengan masa hukuman minimal 5 tahun penjara maksimal 20 tahun penjara.

Komentar

News Feed