oleh

BPJS Kesehatan Syarat Calon Jamaah Haji 2018

-Metro-1.407 views

MATARAKYATMU.COM MAKASSAR -Penerapan kebijakan pelayanan kesehatan jemaah haji melalui skema JKN-KIS di sosialisakan di Asrama Haji Sudiang Makassar . Rabu (16/8)

Sebagaimana kita ketahui, Kementerian Kesehatan mengeluarkan Permenkes terkait kesehatan haji, berupa Permenkes Nomor 15 Tahun 2016

Pemeriksaan kesehatan jemaah haji merupakan tanggung jawab Dinas Kesehatan sesuai amanah Undang-Undang No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan UU No 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji. Pemerintah wajib menyelenggarakan pelayanan kesehatan haji agar jemaah dapat menunaikan ibadah haji dengan baik sesuai ketentuan ajaran Islam

Kepala Dinas kesehatan provinsi sulawesi Selatan Racmat Latief menjelaskan mengenai calon haji yang batal berangkat, dikarenakan faktor kesehatan mereka tidak layak untuk berangkat

“Kita merujuk pada Permenkes nomor 62 dan 15, jamaah haji kita harus mengikuti persyaratan tertentu dan standart kesehatan untuk bisa diberangkatkan ke Arab Saudi”

Kepala BPJS cabang Makasar Untung Patri Wicaksono Pribadi memaparkan
“Saya berusaha memastikan seratus persen jemaah ini sudah terdaftar di BPJS walaupun misalnya belum aktif tapi nanti ketika pulang dipastikan seratus persen jemaah ini sudah aktif kartunya dan bisa di gunakan, karena memang periode pulang inikan resiko terkenan penyakit lebih tinggi dibandingkan ketika berangkat” Papar Untung Patri wicaksono

Pada permenkes nomor 62 pasal 5 disebutkan, pembinaan kesehatan haji di Indonesia meliputi pembinaan masa tunggu, pembinaan masa keberangkatan, dan pembinaan masa kepulangan. Terkait keanggotaan BPJS, disebutkan pada pada Bab III pelayanan kesehatan haji, disebutkan bahwa untuk mendukung pemberian Pelayanan, setiap Jemaah Haji wajib memiliki jaminan perlindungan kesehatan/asuransi kesehatan.

 

Peliput : Noya

Komentar

News Feed