oleh

KJRI Malaysia Ajak WNI Rayakan 17-Agustus

MATARAKYATMU.COM KINABALU – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sabah ,di Kota Kinabalu (KK) , bersama warga negara Indonesia , Kamis besok bersama-sama dan undangan lainnya dari negara lain, menyaksikan pengibaran Bendera Merah Putih (BMP) .

Demikian Wartawan Utusan Borneo, Abd .Naddin Bin Shaiddin, melaporkan untuk Rapormerah.co, dan Matarakyatmu, com, Rabu (16/8) malam tadi.

Dalam wawancara dengan Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu, Akhmad DH Irfan, siang tadi, di ruang kerjanya, lebih fukus kepada peranan KJRI dalam melindungi warga Indonesia, yang diperlukan ada kerjasama sosial, budaya,ekonomi antara Indonesia dan Malaysia.

Menyambut HUT Kemerdekaan RI yang ke-72, khususnya di Sabah ( Malaysia Timur) selain luncaknya di halaman Konsulat , jalan Karamungsin, ibukota Sabah di Kota Kinabalu, juga diadakan upacara kenaikan BMP. ” Sedang bagi TKI , atas dukungan perusahan sawit, diadakan masing-masing di ladang. Namun, TKI yang tidak jauh dari ibukota Sabah , mereka (TKI) ikut bersama di halaman KJRI Kota Kinabalu,” kata KJRI KK, Akhmad DH Irfan, seperti yang dilaporkan wartawan senior Surat Kabar Harian Utusan Boeneo, untuk Rapormerah.co, dan Matarakyatmu.com.

Republik Indonesia kini semakin maju dan pesat membangun di bawah kepimpinan Presiden Joko Widodo.
Sebelumnya KJRI KK, juga mengadakan berbagai kegiatan menyambut HUT ke-72 perayaan.

Wartawan Rapormerah.co, ketika beberapa waktu lalu, menyaksikan kerjasama Indonesia – Malaysia , terutama memberi kemudaan para TKI yang bekerja di ladang (utamanya yang jauh dari KJRI KK) oleh KJRI mendatangi para TKI kita yang dokument ke -Imigrasiannya hampir hambir habis, langsung mendapat kunjungan dan diadakan perpanjangan paspor. ” Jadi TKI kita , tak perlu buang-buang waktu datang jauh dari perkebunan ke kantor KJRI KK, ” kata Soepeno kepada Rapormerah.co, yang waktu itu , menjabat KJRI KK.

Bahkan Soepeno , memperjuangkan adanya sekolah-sekolah anak bangsa yang saat itu berkisar 35.000 anak usia 8-12 tahun. Semoga sekolah di perkebunan sawit di Sabah , tetap berjalan sesuai haralan.

Penulis : Abd Naddin /Nasri Aboe.

Komentar

News Feed