oleh

Formasi Paskibraka di Kecamatan Nuha Tak Lengkap, ini Masalahnya

MATARAKYAT_LUTIM – Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA) di kecamatan Nuha, kabupaten Luwu Timur terlihat aneh dan tidak seperti pasukan paskibraka di kecamatan lainnya se-Indonesia.

Pasalnya, paskibraka tampak tidak lengkap hanya beranggotakan 25 orang dengan formasi 17 orang pengiring dan 8 orang pembawa bendera merah putih,sementara 45 orang lagi tidak diturunkan.

Untuk diketahui, pasukan paskibraka yang lazim sejak tahun 1946 yakni, 17 orang pengiring (pemandu), 8 orang pembawa bendera (inti) dan 45 orang pengawal.

Jumlah tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 AgustusĀ 1945 (17-8-45).

“Formasi pasukan pengawal 45 orang itu melambangkan tahun kemerdekaan kita. jadi, kalau itu tidak ada, tahun berapa mi kita merdeka?. Sebenarnya, formasi itu sudah ada sejak zaman Presiden Soekarno, janganmiki lagi di kurangi karena tidak enak juga dilihat,” ungkap Akbar warga kecamatan Nuha kepada Matarakyatmu.com, Kamis (17/08/17) di lapangan upacara.

Menanggapi hal itu, Sekcam Nuha Indra Wijaya juga sekaligus panitia pelaksana menjelaskan, iya memang formasi pasukan paskibraka turun hanya menggunakan formasi 17-8 tidak ada pasukan pengawal, ujarnya.

Masalahnya kata Indra, dana hanya sampai segitu, kami di kecamatan tidak ada dana yang dianggarkan untuk pasukan paskibraka di kecamatan Nuha, katanya.

“Pihah Polsek Nuha dan Babinsa juga bilang, tidak adaji aturan baku yang mewajibkan pasukan paskibraka ada formasi pengawalnya yang berjumlah 45 orang. Jika 45 orang itu kami paksakan untuk di ikutkan, kami membutuhkan dana sekitar Rp 70 juta, dimanami kami mau ambil dana,” papar Indra.

Liputan: Harding | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed