oleh

Rp 300 Juta di BPBD, Bantuan Longsor Maliwowo Dipertanyakan

MATARAKYAT_LUTIM – Sebanyak Rp 100 juta dana bantuan terhadap korban bencana longsor di Desa Maliwowo, kecamatan Angkona, kabupaten Luwu Timur sudah disalurkan.

Informasi yang dihimpun, dana itu diberikan kepada 18 KK yang terdampak langsung dengan rincian Rp 5 juta perjiwa bagi korban meninggal dunia dan Rp 1 juta perjiwa bagi korban hidup.

Diketahui, kurang lebih Rp 300 juta sisa bantuan bencana tersebut masih mengendap di Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Lutim.

Akibatnya, sebanyak 16 rumah kategori rusak ringan atau sedang, serta 16 KK yang memiliki rumah rata dengan tanah belum keciprat bantuan itu, sementara bulan November tahun ini rumah korban yang rata dengan tanah sudah memiliki rumah sesuai dengan masa penanganan selama 6 bulan pasca bencana.

“Iye, baru 16 KK sudah kami salurkan dana bantuan sebesar Rp 100 juta dengan hitungan perjiwa Rp 1 juta yang masih hidup dan Rp 5 juta perjiwa bagi yang meninggal dunia,” ungkap Hasdar Kades Maliwowo kepada Matarakyatmu.com, Sabtu (19/08/17).

Selain itu kata Hasdar, kami juga sudah salurkan sembako keseluruh warga secara keseluruhan dan merata, katanya.

Disinggung sisa anggaran, Hasdar mengatakan, ada Rp 300 juta dana bantuan bencana yang masih dipegang BPMPD Lutim sampai saat ini, terangnya.

Sementara bulan November tahun ini, korban yang kehilangan tempat tinggal akan dibangunkan rumah, sesuaiĀ masa penanganan selama 6 bulan pasca bencana, ujar Hasdar.

Tak terselaurnya dana Rp 300 juta yang kini masih dikuasi BPBD Lutim menuai pertanyaan dari sejumlah aktivis, salah satunya Saiful Ramang Direktur Eksekutif Lembaga Pemerhati dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (LPPMI) menilai, bahwa dana tersebut tidak boleh kecentol di rekening BPBD. Pasalnya, dana tersebut bukan dana daerah melainkan dana bantuan. Jadi, kalau dia tidak bisa di rekening BPBD lantas rekening pribadi dong, siapa kira-kira atas nama pribadi pada rekening itu?, tandasnya.

“Ini perlu dipertegas, seharusnya dana itu sudah disalurkan kepada penerima manfaat, kejadian ini sudah lama, kok’ dana itu tak kunjung disalurkan,” ucap Saiful.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak BPBD Lutim terkait persoalan tersebut.

Liputan: Harding | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed