oleh

Warga Pekaloa Kejar Pengeruk Pasir Hitam di TWA

MATARAKYAT_LUTIM – Masyarakat, Linmas dan Kepala Desa Pekaloa melakukan pengejaran terhadap kapal pengeruk pasir hitam dari wilayah Taman Wisata Alam (TWA) pinggir danau Towuti di kawasan Desa Pekaloa, kecamatan Towuti, kabupaten Luwu Timur.

Informasi bermula dari salah seorang nelayan yang melihat adanya aktivitas pengambilan pasir hitam di lokasi itu dengan menggunakan dua kapal besar, spontan nelayan tersebut menghubungi kepala Desa Pekaloa melalui handponenya.

Dengan informasi tersebut, tanpa menunggu lama, masyarakat beserta Linmas dan Kepala Desa langsung melakukan pengejaran terhadap pengeruk pasir itu, dengan menggunakan perahu cepat tradisional milik warga, pada Minggu (20/08/17) pukul 11.00 WITA.

Alhasil, dua kapal besar tersebut berhasil dihentikan ditengah danau Towuti yang bermuatan sekitar 10 m3 perkapal dengan ABK sekitar 20 orang perkapal.

Menurut Hasrat, selaku Linmas Desa Pekaloa mengatakan, ada dua kapal besar, kira-kira muatannya 10 kubik perkapal dengan ABK kapal sekitar 20 orang. Kami tanya, mau dibawah kemana ini pasir dan sudah berapa yang diambil?. Mereka mengatakan, untuk pembangunan mesjid bos’ di Desa Tokalimbo, ini sudah 4 kapal jawab Masdar yang berada diatas kapal, ungkapnya kepada Matarakyatmu.com, Minggu (20/08/17).

Karena beralasan untuk mesjid kata Hasrat, jadi kami berikan peringatan supaya ini yang terakhir kalinya dan jangan coba-coba ambil lagi tanpa ada izin dari pemerintah desa kami, ucapnya.

“Kita semua harus menjaga pasir hitam ini demi kelestarian burung maleo ini, jangan sampai ada orang-orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri sehingga burung ini nantinya punah, tutup Hasrat yang juga sebagai ketua Kelompok Tani Hutan Towuti (KTH).

Untuk diketahui, lokasi pasir hitam itu hanya berada di Taman Wisata Alam (TWA) Tanjung Matompa danau Towuti Desa Pekaloa, sekaligus merupakan tempat berkembang biaknya burung khas Sulawesi yakni maleo.

Lokasi Taman wisata Desa Pekaloa, kecamatan Towuti Luwu Timur.

Liputan: Harding | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed