oleh

1001 Kasus Korupsi Dibongkar IPMIL Luwu Raya di Kejati Sulsel

MATARAKYAT-MAKASSAR, Unjuk rasa Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu Raya (IPMIL) di depan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan mendesak Kajati Sulsel melanjutkan berbagai kasus korupsi di Luwu Raya yang hingga saat ini belum jelas juntrungannya.

Tuntutan PB IPMIl menuntut semua kasus korupsi di Luwu Raya segera diselesaikan. “Saat ini Luwu Raya menjadi salah satu daerah lumbung korupsi di Sulsel dan praktek korup berlomba lomba di pertontonkan,” begitu isi pernyataan sikap PB IPMIL Luwu Raya.

Arwan Hasbri,  Ketua Bidang Hukum dan HAM PB IPMIl meminta kejelasan kasus korupsi di Luwu Raya dari Luwu Tmur sampai Kabupaten Luwu  masih ada kasus yang mandek sampai hari ini

“Pada kasus  2009 PLTMH di Kabupaten Luwu Timur,  tidak ada realisasi dan tidak dilanjutkan prosesnya sampai hari ini. Sudah dikeluarkan surat perintah penyelidikan tapi sampai hari ini tersangka masih belum di temukan, belum ada kejelasan sejak 2009.

Kemudian di Kabupaten Luwu Utara ada kasus dana insentif daerah Rp 3,5 Milyar yang membuat kita sampai hari ini turun kejalan mengingat Kajati harus menyelesaikan kasus itu, sudah ada dipidana tapi masih ada pejabat terlibat kasus ini tapi didiamkan,” ujarnya.

Arwan Hasbri menambahkan, masih ada beberapa kasus lagi, seperti di kota Palopo ada kasus seribu kandang ayam ini merugikan negara sekitar 8 Milyar, kemudian kasus korupsi APBD Kota Palopo tahun 2016/2017 terindikasi Putra Mahkota Palopo.

Juga kasus penggelapan uang Masjid Agung. Ini yang menjadi prioritas teman teman bahwa hari ini Luwu Raya menjadi lumbung korupsi sampai saat ini di sulsel” ujar Arwan

Ia kembali menambahkan di Kabupaten Luwu ada Gernas Kakao. Gerakan nasional Kakao dimana merugikan negara sebesar Rp 5,4 M itu sudah ada di tersangkakan tapi setelah melakukan Praperadilan ternyata tersangka dibebaskan dan majelis hakim meminta untuk menuntut untuk segera dilanjutkan tapi pihak Kajati tidak melanjutkan kasus ini, tutupnya.

Peliput : Noyal

Komentar

News Feed