oleh

96,22% Warga Palopo Terjaring Program JKN-KIS

MATARAKYAT_PALOPO – Hanya dalam waktu singkat pencapaian program JKN-KIS Cabang Palopo berhasil menuju Universal Health Coverage (UHC),dengan hasil Peresentase 96,22% peserta JKN dari total penduduk Kota Palopo.

Dimana hasil Ini jauh ketinggalan dibandingkan Kabupaten Lain yang mencakup lingkup wilayah cabang Palopo dimana wilayah itu meliputi Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Luwu Timur.

Kinerja program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk BPJS Kesehatan Cabang Palopo dinilai mengalami peningkatan, Selasa (22/08/17).

Hal itu diungkapkan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palopo, Yusef Eka Darmawan dalam konfrensi pers yang digelar dilantai II gedung BPJS Kantor Cabang Palopo, dimana pada kesempatan itu, diungkapkan beberapa item pencapaiannya. Dijelaskan, bahwa kepesertaan masyarakat pengguna JKN/KIS 2017, telah mencapai 194.545 jiwa atau 96,22%, dari jumlah penduduk di Kota Palopo.

“Alhamdulillah kepesertaan JKN/KIS, mencapai 96,22%, dari penduduk Kota Palopo” ucap Yusef, Selasa (22/8/2017).

Lebih jauh dikatakan Yusef, untuk Pemkab Luwu Timur pengguna JKN sebanyak 262.286 jiwa, di ikuti oleh Pemkab Luwu sebanyak 375.535 jiwa.

Terkhusus untuk Pemkab Luwu Utara dikatakan akan kembali mengajukan 124.555 jiwa untuk warganya yang belum menjadi peserta BPJS, dimana hal itu dijadwalkan, akan dilakukan penandantangan MoU UHC (Universal Health Coverage) pada Hari Kesehatan Nasional (HKN) Tanggal 12 November 2017 mendatang.

Kepala Bappeda Kota Palopo Drs Firmasnyah DP, MSi menyampaikan “apresiasi kepada pihak BPJS Cabang Kota Palopo, atas kinerjanya yang berhasil meningkatkan peserta BPJS sebanyak 180 Juta jiwa atau lebih dari 70 persen dari jumlah proyeksi penduduk di Indonesia tahun 2017” tuturnya.

Meski demikian, Pemkot Palopo tetap memberikan masukan, agar BPJS Kesehatan Kota Palopo, sekiranya rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat Kota Palopo.

Diketahui bahwa saat ini, BPJS Cabang Palopo, telah bermitra dengan 145 fasilitas kesehatan tingkat pertama terdiri dari 62 PKM, 45 tenaga dokter, prakter perorangan, 23 dokter oraktek gigi, 15 klinik. Selanjutnya BPJS juga bekerjasama dengan 33 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan yang terdiri dari 16 RS termasuk 4 kilinik utama, 14 apotek dan 3 optik.

Liputan: Hr | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed