oleh

Begini Cara Kades Baruga Manjakan Warganya

MATARAKYAT_LUTIM – Pemerintah Desa Baruga kecamatan Towuti, kabupaten Luwu Timur, banyak menuai sorotan positif dari warga desa-desa tetangganya. Pasalnya, ada beberapa kebijakan yang dikeluarkan kepala desa Baruga kepada warganya itu, membuat iri bagi warga desa tetangga.

“Enak betul dia itu warga disitu, mulai dari lampu jalannya gratis, halamannya dibersihkan dan saya dengar juga pembagian raskinnya itu gratis, tidak perlumi ki bayar lagi 25 ribu perkanduk,” ungkap Nurmina warga tetangga desa Baruga.

Terpisah, Musafir Laesa selaku kepala desa Baruga menjelaskan, kebijakan tersebut demi kesejahteraan dan kenyamanan warga. Diantara, memfasilitasi secara gratis lampu penerangan jalan disetiap rumah-rumah warga, mulai dari tiang, kabel, bola lampu, meteran kwh, sampai dengan biaya pembayaran daya penggunaannya, lampu jalan juga di pasang di setiap perempatan atau pertigaan jalan, katanya kepada Matarakyatmu.com, Rabu (23/08/17).

Lanjutnya, ini dilakukan demi visi misinya menjadikan Desa Baruga malam menjadi siang. Kebijakan lainnya adalah menggratiskan semua biaya untuk penerima beras raskin yang berhak dalam lingkup Desa Baruga. Seperti diketahui yang harus di bayar setiap penerima beras raskin sebanyak Rp25000/kanduk, beras yang masuk untuk desa Baruga sebanyak 78 kanduk per 6 bulan. Anggaran itu, diambil dari sebagian gaji kepala desa, paparnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, sedangkan untuk menjaga lingkup desa Baruga agar bersih, kepala desa lagi-lagi memfasilitasi biaya dan jasa pembersihan di depan pagar halaman warga secara gratis dan biayanya diambil dari gaji kepala desa, seperti biaya dan obat semprot rumput agar jalan atau lorong-lorong semua terlihat indah dan bersih. Dan untuk petugas kebersihan, demi kesetaraan hidup Sebagai petugas (camboy), kepala desa juga menaikkan gajinya hingga 50% dari yang di anggarkan oleh dana desa, 50% itu juga diambil dari gaji kepala desa, kata Musafir.

“Sistem yang saya gunakan semenjak menjabat kepala Desa dan hadirnya anggaran dana desa dari tahun 2016 lalu, itu pembagian 70/30. Untuk tahun pertama 70% dari anggaran, saya fokuskan ke penataan dalam kota dan 30% untuk pertanian. Nah, di tahun kedua saya balik lagi menjadi 30/70, dengarn rincian pembangunan pertan 70% kemudian 30% pembangunan dalam kota agar pembangunan betul-betul terfokus penganggaran dan pelaksanaannya supaya nyata terlihat, jangan hanya banyak program tetapi tak ada yang bermanfaat dengan jelas.Yang terpenting adalah semua tak lepas dari panduan RPJMDes serta disinkronkan dengan visi misi saya selaku kepala desa”, ungkap Musafir.

Dipaparkannya, untuk sektor pertanian saya fokuskan akses jalan tani yang sudah berjalan dan untuk dalam perkotaan saya juga mulai merintis penataan seperti pembangunan joging Trac, disepanjang jalan besar yang besar terutama yang berada dibatas antar desa. Joging Trac ini nantinya multifungsi, selain tempat joging pagi dan sore, juga sebagai tempat pejalan kaki terutama anak sekolah biar sedikit aman, itu juga agar saluran drainase bisa bertahan awet karena tidak ada lagi mobil-mobil truk besar parkir ditepi jalan, yang bisa membuat drainase rusak atau runtuh. Selain daripada itu semua, ini demi keindahan penataan lingkungan Desa Baruga, kuncinya.

Liputan: Harding | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed