oleh

Kasus Grand Mall, Harus Jadi Pelajaran Bupati Maros

-Daerah-1.388 views

MATARAKYAT-MAROS, Perizinan Grand Mall mendapat banyak sorotan akibat carut-marutnya sistem penyelenggaraan administrasi diharapkan menjadi pelajaran bagi Bupati Maros.

Bupati Maros, Hatta Rahman dinilai mendengar hembusan “Angin Syurga” mempermudah investor masuk ke daerahnya dengan tidak mengindahkan hirarki regulasi yang ada semisal kewajiban Andalalin bagi Grand Mall yang jelas diatur UU No.22/2009 tentang LLAJ serta peraturan lain.

Sainuddin Mahmud, seorang penggiat LSM di Makassar menilai jika bupati sangat percaya kepada staf tanpa mempertimbangkan aturan-aturan yang berlaku. “Harusnya tidak melakukan dan mendahulukan PAD kemudian melanggar aturan. Beliau jangan disuguhi telaah bila telah menjadi raja kecil di daerahnya,” ujar Sainuddin.

Menurutnya, bukan kali ini saja staf memperlakukan Hatta Rahman berbenturan dengan regulasi yang lebih tinggi hirarkinya, pada persoalan sepele saja terkadang menempatkan bupati sebagai sasaran tembak.

Kasus penertiban bangunan di jalur hijau Jl. Nasrun Amrullah, mestinya bisa ditangani OPD berkaitan Tupoksi malah meminta bupati menanda tangani surat perintah pembongkaran.

“Disana banyak tokoh masyarakat dan wakil rakyat beraktifitas sementara ada bangunan pemerintah yang justeru melanggar semoadan jalan dan bangunan,” masih kata Sainuddin.

Diharap, ujar Sainuddin lagi, bupati dapat mengevaluasi kinerja bawahannya hingga menghasilkan kerja sesuai tuntutan pelayanan.

Berkaitan pemberiaan izin lingkungan kini Pemkab Maros dikabarkan masih menyimpan “Bom waktu” di BLH berkaitan kawasan Pattene yang ditengarai belum memuliki izin lingkungan. Realitasnya, kawasan pergudangan dan pertokoan serta perumahan ini telah melakukan bisnis propertynya.

“Saya sudah berusaha memenuhi kepemilikan Amdal namun masalahnya hanya disuruh dulu pake UKL-UPL. Terus siapa yang keliru,” ujar Ronald, bos gudang 88.

Liputan : Ifa/ Jumadi

Komentar

News Feed