oleh

Aroma Suap Dibalik Penerbitan Izin Grand Mall. Kabar Buat Aparat Hukum

-Daerah-1.513 views

MATARAKYAT-MAROS, Isu suap dibalik penerbitan perizinan Grand Mall mulai berhembus kencang. Seorang mantan staf Kantor Sintap Pemkab Maros mengurai secara detail dan penuh keyakinan terjadi praktek korupsi ini.

Informasi yang ia ungkap ini dia yakini terjadi, setelah seorang pejabat Badan Lingkungan Hidup, ia lihat dan dengar percakapanya berkomunikasi lewat telepon seluler menyebut angka Rp3 Miliar dalam pengurusan izin.

Dalam percakapan itu membeberkan jika proses penerbitan isin Grand Mall, disebutkan angka senilai Rp3 Miliar, mengalir melalui mantan Kepala Dinas Tata Ruang Maros , Ir.Agussalim. “Ketika itu dokumen Arvidce Plane sudah ditangan pejabat Lingkungan Hidup untuk dijadikan dasar penerbitanya isin lingkungan., ujarnya

Menurutnya, ia tahu masalah ini karena ia pernah terlibat memproses mekanisme perizinan dipersyaratkan, ketika itu jabatan Kepala Kantor Perizinan Satu Atap di pegang oleh Ferdiansyah yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial dan Ketenaga Kerjaan.

Duit tersebut, menurut sumber untuk mengamankan penerbitan rekomendasi Advice Plane, jika lahan yang diajukan pemohon atas nama Swanny bukan atas nama PT Anugrah Sukses Lestari (ASL).

Sebelum pengurusan izin dilakukan tahun 2015 lalu,  Satuan Polisi Pamon Praja Maros pernah menghentikan aktivitas penimbunan seluas 60.000 meter persegi dilakukan oleh pihak ketiga yang bekerjasama dengan Swanni.

Namun beberapa hari kemudian aktivitas kembali berjalan karena Swanni bersedia mengurus izin setelah dihentikan. Belakangan pengajuan luasan pengajuan izin lingkungan Amdal permohon meningkatkan menjadi PT ASL Swanni, bertindak sebagai direktur.

Siapa Swanni? Ia adalah  nama pemohon, istri dari seorang pengusaha keturunan inisial B yang dikenal  dekat dengan seorang politisi ternama di Sul Sel.

Mantan Kepala Dinas Tata Ruang, Agussalim mengakui jika ia memproses perizinanan Swanni. hanya sebatas menerbitkan Harvice Plane. “Mengurus isinya pada saat itu adalah orangnya Bos inisial U,” ujar Agussalim sambil menyebut jika yang dimaksud bos adalah bupati.

Ketika diklarifikasi soal setoran Rp3 Miliar, Agus menyangkal, dia malah bilang, “Sikat saja, saya sudah pensiun yang penting ada pembeli rokoknya” begitu kata Agus disela  diklarifikasi terhadap dirinya.

Sebelumnya Anggota DPRD Maros, Muhammad Amri Yusuf kepada  media ini pernah menjelaskan, jika pertama kali pengurusan izin Grand Mall ini, diurus oleh mantan Kadis Tata Ruang Agus Salim, “Masalah ini memang masalah peninggalan mantan Kadis Tata Ruang” kata Amri.

Namun mengetahui ada duit Rp 3 Miliar mengalir dari Grand Mall, Amri mengaku, tidak tahu menahu. Menyikapi hal ini Swanny begitu sulit dimintai keterangan beberapa kali media ini, berusaha menemuinya di Grand Mall namun pihaknya tak tahu menahu demikian pula Public Relation Manager Grand Mall, Musliadi Saguni, tak bisa memberikan keterangan soal isu ini.

Liputan : Jumadi

Komentar

News Feed