oleh

Polisi Segera Telisik Dugaan Suap Perizinan Grand Mall

-Daerah-1.864 views

MATARAKYAT-MAROS, — Kepala Kepolisian Resort Maros, Ajun Komisaris Besar Erik Ferdinand yang di konfirmasi mengatakan akan melakukan penyelidikan terhadap kabar dugaan suap Rp3 Miliar pihak PT Anugrah Sukses Lestari dengan oknum pejabat Maros hingga segala bentuk perisinanya diberikan.

“Terima kasih atas informasinya, akan kami tindak lanjuti dengan penyelidikan” kata Erik

Sebelumnya seorang mantan staf yang pernah bekerja di Kantor Perisinan Satu Pintu (Sintap), membeberkan kasus dugaan suap terjadi dalam proses perisinan Grand Mall, meski dia mengetahui hal ini, dia menolak disebut namanya.

Informasi yang ia ungkap ini dia yakini terjadi, setelah seorang pejabat Badan Lingkungan Hidup, ia  dengar percakapanya berkomunikasi lewat handphon menyebut angka Rp 3 Miliar dalam pengurusan isin, termasuk nama Swanni pemohon Isin dan nama mantan Kepala Dinas Tata Ruang, disebut sebagai orang yang mengurus pengurusan isinya.

Dalam percakapan itu membeberkan jika proses penerbitan isin Grand Mall, disebutkan angka senilai Rp3 Miliar, yang mengalir melalui mantan Kepala Dinas Tata Ruang Maros Agus Salim.

Ketika itu Dokumen Arvidce Plane sudah ditangan pejabat Lingkungan Hidup untuk dijadikan dasar penerbitannya isin lingkungan.

 

Menurutnya, ia tahu masalah ini karena dirinya pernah terlibat memproses mekanisme perisinan yang dipersyaratkan, ketika itu Jabatan Kepala Kantor Perisinan Satu Atap dijabat oleh Ferdiansyah yang saat  Kepala Dinas Sosial dan Ketenaga Kerjaan.

Duit tersebut, menurutnya untuk mengamankan penerbitan rekomendasi Advice Plane, jika lahan yang diajukan pemohon atas nama Swanny bukan atasnama PT Anugrah Sukses Lestari (ASL).

Sebelum pengurusan isin dilakukan tahun 2015 lalu,  Satuan Polisi Pamon Praja Maros pernah menghentikan aktivitas penimbunan seluas 60.000 meter persegi dilakukan oleh pihak ketiga yang bekerjasama dengan Swanni.

Namun beberapa hari kemudian aktivitas kembali berjalan karena Swanni bersedia mengurus isin, setelah dihentikan.

Belakangan pengajuan luasan Pengajuan isin lingkungan Amdal permohon meningkatkan menjadi PT ASL Swanni Direkturnya.

Siapa Swanni adalah  pemohon, istri dari seorang pengusaha keturunan inisial B, sedangkan B diketahui dekat dengan seorang politisi ternama di Sul Sel.

Mantan Kepala Dinas Tata Ruang, Agus Salim Mengakui, jika ia memproses perisinannya, hanya sebatas menerbitkan Harvice Plane. Yang mengurus isinya pada saat itu adalah orangnya Bos inisial U, yang dia maksud bos adalah Bupati.

Ketika diklarifikasi soal Setoran Rp3 Miliar, Agus menyangkal, dia malah bilang, “Sikat saja, saya sudah pensiun yang penting ada pembeli rokoknya” begitu kata Agus disela media ini melakukan klarifikasi terhadap dirinya.

Sebelumnya Anggota DPRD Maros, Muhammad Amri Yusuf kepada wartawan media ini, pernah menjelaskan jika pertama kali pengurusan isin Grand Mall ini, dilakukan mantan Kadis Tata Ruang Agus Salim, “Masalah ini memang masalah peninggalan mantan Kadis Tata Ruang” kata Amri.

Namun mengetahui ada Duit Rp3 Miliar yang mengalir sari Grand Mall, Amri mengaku, tidak tahu menahu. Menyikapi hal ini Swanny begitu sulit dimintai keterangan, beberapa kali Wartawan Media ini, berusaha menemuinya di Grang mode tak membuahkan hasil.

Demikian pula Public Relation Manager Grand Mall, Musliadi Saguni, tak bisa memberikan keterangan soal issu ini.

Liputan : Jumadi

Komentar

News Feed