oleh

Gagal Berangkatkan CJH, PT Assalam Jamin Kembalikan Dana Jamaah

MATARAKYAT-MAKASSAR | Direktur PT As- Salam Rahman Al Mugni H. Rahman Farid, saat dihubungi, mengatakan siap memenuhi tuntuta pengembalikan dana haji 33 Calon Jemaah Haji CJH lantaran batal berangkat tahun ini lewat perusahaanya.

Menurutnya, penyebab 33 jemaahnya gagal diberangkatkan karena Kementrian Agama tidak mengeluarkan visa haji meski pihaknya telah berupaya secara maksimal mengajukan permohonan.

“Sebenarnya jemaah telah kami fasilitasu visa siarah namun itu non kuota, akan tetapi kami tidak berani memberangkatkan. Tahun ini pengawasan sangat ketat sehingga saya tidak yakin dapat sampai ke Mekkah yang memakan waktu 2 hari lewat Singapore seperti prjalan tahun lalu,” kata Rahman.

Banyak kasus haji tahun ini terbukti terjadi, jemaah menggunakan visa ziarah terpaksa batal berhaji karena dicegat dalam perjalan.  Dua Minggu Lalu, sekitar 40 jemaah dicegat di Bandara Sultan Hasanuddin Makakassar, oleh pihak Imigrasi menahan lantaran menggunakan visa ziarah.

Demikian juga di Singapore, pernah ditemukan puluhan Jemaah menuju Mekkah, lalu dicegat dan dikembalikan ke Indonesia, dengan kasus serupa

Ketatnya aturan seperti itu, pihak As Salam kembali berusaha mengurus kembali visa haji untuk 33 jemaahnya,  namun hingga 27 Agustus  pihak kementrian belum mengisinkan pemberian visanya tahun ini, sehingga As Salam harus menanggung kekecewaan jemaah di Makassar.

Rahman mengakui, masalah Haji terjadi sejak Tiga tahun lalu, Trevel miliknya bekerjasama sebagai agen Haji dan Umroh dengan .PT. Hikmah Sakti Perdana Jakarta Timur. Dari 2.000 jemaah umroh tersisa 117 jemaah belum diberangkatkan hingga hubungan kerjasama itu terputus kemudian 300 CJH tersisa 180 jemaah belum berangkat.

Dari kerjasama tersebut Rahman mengaku meperoleh jasa usaha Rp4 Juta perjamaah, “Yang jadi masalah semua uang jemaah sudah kami setor kesana namun kemudian PT Hikmah dibekukan oleh Kemenag dan pemiliknya entah kemana” kata Rahman

Total uang yang telah disetor untuk Jemaah Umroh Rp10,7 Miliar ke PT Hikmah, sampai saat ini belum dikembalikan, sehingga untuk menyelamatkan Jemaah yang terlanjur mendaftar lewat perusahaanya di Makassar.

Ia mengaku terpaksa menjual aset rumah dan mobil untuk menyelesaikan pemberangkatan umrohnya 117 jemaah tahun ini dengan biaya Rp27 Juta untuk setiap jamaah.

Terkhusus untuk jemaahnya yang batal berangkat tahun ini, bagi Rahman tidak jadi masalah, ia siap mengembalikan dananya jika diminta, akan tetapi setiap jemaah harus membuat pernyataan lewat notaris agar nomor porsi pemberangkatanya dicabut di Kemenag,

“Semua jemaah kami, sudah mendapat nomor porsi di kemenag dan untuk mendapatkan nomor itu dana jemaah telah disetor US 4000 untuk kuota reguler dan US 12.500 non reguler” kata Rahman

Rata rata setoran haji, yang diberangkatkan As Salam tahun 130 Juta perorang untuk non reguler, belakangan setiap jemaah kembali menyetor dana talangan Rp20 Juta,

“Dana ini sementara kami kembalikan, mudah mudahan hingga Selasa, semua dananya kembali ke jemaah, sedangkan jemaah yang masih mempercaya menggunakan jasa kami, maka kami jamin 33 orang gagal ini bisa berangkat tahun depan jaminanya saya siap tanda tangan lewat kantor notaris.

Tiga bulan sebelum pemberangkatan visanya sudah selesai” kata Rahman. Sebelumnya pihak keluarga calon jemaah haji asal Maros, Hamka Nursal, mengaku, kecewa, setelah beberapa hari menunggu lepastian berangkat.

“Calon jemaah hanya memperoleh visa perjalanan wisata hingga jemaah tiba di Jeddah, Arab Saudi, namun belakangan karena terjadi beberapa kasia Travel maka, menegemen Abu Salam Tour ragu untuk memberangkatkan jemaahnya,” kata Hamka

Terkait pengembalian dana haji jemaah, Hamka, mengaku sampai saat ini pihak Travel belum memberikan kepastian.

“Dana yang sudah distor belum pasti dikembalikan masih ada rapat berikutnya begitu kata pihak penyelenggara calon haji meminta dananya supaya segera dikembalikan secepatnya,” kata Hamka.

Liputan : Jumadi

Komentar

News Feed