oleh

Jelang Wukuf, Layanan Transportasi dan Komsumsi Jemaah Haji di Hentikan

MATARAKYAT_LUTIM – Jelang masa wukuf di arafah, layanan transportasi jemaah haji dari hotel ke masjidil haram dan konsumsi di hentikan oleh pemerintah Saudi Arabia bagian penyelenggara haji.

Hal tersebut membuat sebagian besar jemaah haji seluruh dunia tidak lagi melaksanakan sholat berjemaah di Masjidil Haram. Jemaah melaksanakan sholat di mushallah hotel atau mesjid-mesjid di sekitar hotel.

Sejak tanggal 27 Agustus 2017, terminal bus angkutan jemaah terlihat lengang, Jemaah yang tetap berkeinginan sholat di Masjidil Haram terpaksa harus jalan kaki.

Sementara jemaah haji asal Luwu Timur yang tempat akomodasinya berjarak sekitar 2 kilometer dari Masjidil Haram lebih banyak memilih sholat di mushollah hotel.

“Kami memilih sholat di hotel saja karena menjaga stamina untuk menghadapi ibadah wukuf di Arafah dan melontar jumrah di Mina yang sisa beberapa hari lagi,” ujar Sukaris, jemaah haji asal Tomoni yang juga ketua rombongan 10.

Hal tersebut di benarkan oleh Suwandi, jemaah asal Burau,”kami sebagai ketua rombongan dan semua jemaah sudah di sampaikan sejak manasik di Luwu Timur bahwa beberapa hari jelang wukuf, fasilitas transportasi dan konsumsi akan di hentikan,” ujar Suwandi, ketua rombongan 9 Luwu Timur.

Untuk mengantisipasi berhentinya layanan konsumsi, jemaah haji asal Luwu Timur sebagian makan minum di restoran hotel dan sebagian pula memasak di kamar dengan peralatan dapur seadanya.

Menanggapi jemaah yang memasak di kamar, ketua rombongan 8 dari Nuha, Rustam mengutarakan bahwa hotel tempat jemaah Luwu Timur menyiapkan dapur kecil untuk di manfaatkan oleh 2 atau 3 kamar jadi memasak di hotel dibolehkan. Memasak di dapur yang disediakan dan tetap menjaga prinsip kehati-hatian di dapur.” Hindari korslet dan jangan memasak untuk sering ditinggal lama, bisa-bisa memicu kebakaran di hotel,” ujar Rustam.

Empat orang ketua rombongan jemaah haji dari Luwu Timur menganggap bahwa terhentinya transportasi dan konsumsi menjelang wukuf di arafah bukanlah sebuah masalah karena semuanya sudah disampaikan sebelumnya. Angkutan dan catering yang melayani selama ini di Mekkah dihentikan dan dipersiapkan untuk melayani seluruh jemaah yang jumlahnya lebih 2 juta orang akan berkumpul di arafah nantinya.

Liputan: Harding | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed