oleh

Kapolres Waykanan, Aparat Atau Keparat?

MATARAKYAT-MAKASSAR | Pernyataan Kapolres Waykanan AKBP  Budi Asrul Kurniawan yang melontarkaan penghinaan kepada wartawan media cetak di sana mendapat kecaman berbagai pihak, termasuk JOIN Sulsel.

AKBP Budi Asrul Kurniawan saat .melakukan penertiban pengangkutan batu bara yang memunculkan pro kontra nyaris berujung bentrok sesama warga menyerang dua wartawan setempat yang secara kebetulan meliput bentrok dan nyaris chaos dengan perkataan tak senonoh. “Kamu suka tulis polisi jelek  yang wartawan juga semua jelek. Tulis apa saja tak ada yang baca sekarang mwdia cetak tutup semua,” ujar Budi.

Lanjut  Budi dengan suara tinggi merendahkan profesi dua  wartawan tersebut.” Ya, lebih baik kerja di Dinas Pertamanan sekarang orang baca berita WA nonton bokep juga,” serang Budi.

Budi mempersilakan wartawan menyerang.”Beritahu semua temanmu kalau mau nyerang gua, silakan ” ujar Budi lagi.

Hanya beberapa menit berita dari penyataan Budi menjadi viral di media sosial dan kecaman dari berbagai komunitas dan organisasi kewartawanan menyerang Budi.

Pengurus JOIN Sulsel yang mendapatkan rekaman percakapan Budi dengan wartawan tersebar termasuk diterima Ketua JOIN Sulsel. “Penyataan Kapolrrs Kaymanan sungguh tidak menggambarkan diri sebagai aparat hukum. Bahkan. dia lebih pantas disebut keparat,” ujar Rifai Manangkasi, Ketua JOIN Sulsel.

Rifai berharap prilaku buruk iknum Kapolres Kaymanan ini mendapat hukuman setimpal dari Kapolri. “Dalam tubuh Kapolri saat ini mengalir darah kewartawanan dari orangtua beliau, dia sangat lancang ” ujarnya.

Menurut rencana, pengurus JOIN Sulsel kembali akan turun ke jalan mendesak Kapolri menjatuhkan hukuman berat kepada AKBP.

Liputan : Ifa

Komentar

News Feed