oleh

19,80% Status Lahan di Lutra Rusak

MATARAKYAT_LUTRA – Tahun ini Pemkab Luwu Utara melalui Dinas Lingkungan Hidup menetapkan Status Kerusakan Lahan. Dari 148.114,85 Ha luas lahan budidaya, sekitar 29.319,49 Ha (19,80 %) berstatus rusak ringan dan rusak sedang. Demikian keterangan yang disampaikan Kadis Lingkungan Hidup, Ir. Buramin Dannu, Kamis (01/08/17).

“Jika tidak ada intervensi dari pemangku kepentingan maka status kerusakan lahan berpotensi menjadi rusak berat dan tentunya ini akan berdampak pada produktifitas lahan tersebut,” tambahnya.

“Diharapkan penetapan status kerusakan lahan menjadi acuan bagi pemangku kepentingan dalam melakukan langkah-langkah intervensi pemulihan maupun rehabilitasi dan tentunya dibutuhkan sinergitas yang baik antar pemangku kepentingan” tegasnya.

Penetapan status kerusakan merupakan bagian dari upaya pengawasan untuk pengendalian kerusakan lahan / tanah yang menjadi kewajiban Pemerintah daerah sebagaimana amanat PP RI No. 150 Tahun 2000 tentang Pengendalian Kerusakan Tanah untuk produksi Biomassa (lahan budidaya) dengan tujuan mengetahui status Kerusakan tanah yang didasarkan pada kriteria baku kerusakan tanah untuk produksi biomassa.

Sementara itu, Ir. Ahmad, Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan menuturkan, penetapan tersebut berdasarkan hasil uji Lab  terhadap sampel tanah yang diambil dibeberapa lokasi beberapa waktu lalu.

Pada Juni 2017, Dinas Lingkungan Hidup Kab. Luwu Utara melakukan pengambilan sampel tanah lahan budidaya di Kecamatan Sabbang, Baebunta, Malangke barat, Malangke, Sukamaju, Masamba dan Mappideceng untuk diuji Lab. pada Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar.

Liputan: Rama | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed