oleh

GM Grand Mall Akui Ada Kesalahan Prosedure

MATARAKYAT-MAROS | Setelah digelar dua kali rapat koordinasi klarifikasi rekomendasi persetujuan Andalalin pembangunan Grand Mall Batangase Maros yang diinisiasi oleh Balai  Pengelola Transportasi Darat Wilayah XIX SulselBar akhirnya menemukan jawaban.

“Saya baru 1 bulan 1 minggu menjabat sejak dilantik tanggal 21 Juli 2017, dan sudah diperhadapkan berbagai permasalahan lalu lintas di Sulsel,”terang Benny sapaan akrab Ka.BPTD Wil.sulselbar.

Lanjut Benny menegaskan bahwa dirinya mendapat surat pengaduan terkait dampak kemacetan dan kesemrawutan akibat beroperasinya grand mall.

Sebenarnya doa saya diijabah Allah SWT, sejak dulu saya berharap bahwa Pusat perdagangan/perbelanjaan (Mall) tidak hanya ada dijantung kota Makassar, kalau bisa di wilayah Sudiang, atau segitiga emas Moncongloe, agar pergerakan lalu lintas bisa terdistribusi dan tidak terpusat.

Kehadiran grand mall sebenarnya sudah terjawab, tapi sayang letaknya yang kurang pas dan tepat di sisi ruas jalan nasional yang menjadi poros strategis yang menghubungkan Makassar dan kabupaten lainnya di wilayah utara Sulsel.

Juga menghubungkan 2 titik simpul  strategis Badara Sultan Hasanuddin dan Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar. “Coba kita bayangkan kalau terjadi kemacetan panjang dan stagnan, apa kejadiannya masyarakat yang akan menuju bandara? Pasti ini sangat merugikan,” ujar Benny.

Dalam pertemuan yan
g digelar  selama 2 hari dihadiri pula Kadishub Maros Rahmat Bustar, Ditantas Polda Sulsel, Ditreskrimsus, Korwas PPNS, Dishub Sulsel dan Ketua serta sektetaris MTI Sulsel Prof. Lambang Basri dan DR. Qadriathi dg Bau.  Pihak pengelola serta konsultan yang juga salah satu Dekan di Universitas Mihammadiyah Parepare.

Dalam pertemuan ini diketahui kalau pihak pengelola sama sekali tidak mengeathui tetkait kewajiban Andalalin yang diatur dalam PP 32 tahun 2011 tentang MRLL, Analisisis dampak, dan manajemen kebutuhan lalin.

” Kmi baru tahu setelah  Kasat Lantas mendatangi dan meminta untuk dikaji Andalalinnya, olehnya saya minta bantuan konsultan. Beliaulah yang kaji dan sudah selesai, “tutur Darwan sapaan GM Grand Mall Batangase.

Lebih jauh dijelaskan, sebenarnya sudahmi pak kami buat, dan sudah kami ajukan ke Dishub sulsel untuk dibahas,. Tapi sampai sekarang kami tidak dapat petunjuk, aku konsultan yang hadir dalam pertemuan.

Sementara Kompol Edy mewakili Dirlantas mengaku kecewa dengan tindakan grand mall yang kurang koorporatif. Kami ini udah sabar tapi kayaknya pak Darwan malah mengirim perwakilan yang tidak tahu  alias nggak ngerti masalah, ujar Edy.

Lanjut Edy menjelasankan, kami dan teman teman yang hadir mengapresiasi tindakan BPTD Sulsel. Mudah mudahan ini menjadi hawa baru bagi kita di Sulsel dalam menegakkan aturan tetkait Andalalin.

Bayangkan kalau semua orang bisa seenaknya membangun kayak apa jadinya kesemrautan dan kemacetan, sekarang saja sudah macet dimana mana kalau jam sibuk, ujar Ey.

Prof Lambang mengaku bahwa memang aturan ini relatif baru tapi sudah disosialisasikan dan tetakhir sudah ada surat Dirjen terkait penyelenggaran Andalalin, hanya saja di Pemkab sering kurang memperhatikan masalah Andalalin,  padahal kalau jaringan transportasi terhambat maka semua sektor akan terjambat.

“Kaan transportasi adalah urat nadi. Olehnya saya berharap bahwa konsultan harus kembali memeperbaiki dan mengajukan untuk dibahas, kalau bisa kita cek dilapangan biar bangunan yang sudah terbangun dan beroperasi bisa ditemu kenali dan lebih tepat penanganannya, ujar Lambang.

Lanjut Lambang mengatakan,  kalau apa yang sudah disarankan oleh Kasatlantas Polres Maros harusnya ini masuk dalam bagian kajian konsultan. Saya berharap Pak Benny selaku Ka.BPTD bisa segera menyampaikan apa yg harus dilakukan pengelola dan konsultan agar masalah ini bisa segera ditangani dan kemacetan bisa dapat diurai.

“Ini  poros Maros- Makassar yang menghubungkan badara dan pelabuhan,” Lambang menambahkan.

Benny menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran seluruh stakeholder yang kami undang. Setlah rapat ini kami langsung membuat surat laporan ke Pak. Dirjen terkait hal yang menjadi keputusan rapat hari ini.

Kalau semua yang hadir sudah  form dengan masalah andalalin maka mudah mudah kasus Grand Mall bisa menjadi momentum untuk bersama sama menertibkan bangunan yang sudah terbangun atau belum untuk kita klarifikasi rekomendasi persetujuan andalalinnya.

“Jangan sampai ada  salah prosedur, khan ini repot,”ujar Benny.

Kompol Tri mengatalan akan lihat kasusnya, apakah ada kesalahan prosedur atau kesalahan penyalahgunaan kewenangan. Olehnya silahkan kita bahas dan kalau memamang ini belum ada rekomendasinya yach kami minta agar segera diurus sesuai ketentuan, lanjut Tri.

Sementara Kompol Lemang menambahkan kalau ini kan sudah berdiri bangunannya, jadi sisa dua pilihan apakah kita akan permak fisik atau permak secara hukum. “Boleh jadi ada kesalahan prosedur pada saat IMB diurus,” kata Kompol Lmang yang juga Kasi Korwas PPNS di Polda Sulsel.

Kalau  semua yang hadir sudah sepakat dan mau bersama sama melakukan perbaikan dalam tata kelola transportasi yang selamat, aman dan nyaman Insya Allah saya selaku perwakilan pusat di daerah akan maksimal.

“Kalau perlu kita buat Forum Bersama di luar Forum Lalu lintas untuk membicarakan berbagai permasalahan yang ada di kawasann Mamminsata khususnya dan Sulsel pada umumnya,” jelas Benny yang juga putra daerah Bantaeng. (BN)

Komentar

News Feed