oleh

Pencopotan Kepala Puskesmas Disesalkan Aktifis Kesehatan

MATARAKYAT- BULUKUMBA | Beberapa pekan lalu sempat terjadi tragedi jenazah seorang warga Desa Laikang Kec. Kajang, harus di tandu sejauh lima kilo meter pakai sarung  karena tidak ada mobil jenazah.

Peristiwa tersebut sempat viral di berbagai media sosial, baik media online dan elektronik sehingga Kepala Puskesmas Kassi kena getahnya,  dicopot.

Berbagai komentar dan tanggapan muncul dari beberapa kalangan, juga tak ketinggalan dari kalangan aktifis kesehatan angkat bicara terkait kisruh tersebut.

Arman, salah satu aktifis kesehatan dan juga mahasiswa pasca sarja jurusan Kesehatan Masyarakat di salah satu universitas di Makasaar menjelaskan, tindakan yang dilakukan oleh Pemda Bulukumba atas di pencopotan Kepala Puskesmas, Kassi tersebut merupakan kesalahan fatal.

“Pemda harus bisa membedakan mana mobil ambulance dan mana mobil jenazah”. ungkapnya kepada awak media

Perisitiwa ini juga harus bisa dijadikan bahan pembelajaran oleh berbagai kalangan, baik itu kalangan masyarakat, wartawan dan terkhusus pihak pemerintah setempat.

Kami dari aktifis kesehatan tidak akan menutup mata pada persoalan ini. Justru dengan adanya peristiwa ini kami akan mendesak pemerintah setempat untuk mencabut kembali keputusanya dan meminta maaf kepada pulik. tambanya.

Liputan : Yudhi

Komentar

News Feed