oleh

Ribuan Umat Muslim di Towuti Gelar Pawai Obor Sembari Takbiran

MATARAKYAT_LUTIM – Dalam rangka memeriahkan malam takbir hari raya idul adha 1438H/2017, ratusan hingga ribuan masyarakat ibu kota kecamatan Towuti menggelar pawai obor dan takbiran bersama dengan mengelilingi jalan-jalan utama dalam kota kecamatan Towuti, kabupaten Luwu Timur. Acara di mulai selepas sholat isya, dengan dimulai depan kantor camat Towuti hingga finish di tempat yang sama, Kamis (31/08/17) malam.

Pantauan media ini, tidak hanya masyarakat yang ikut, turut pula ratusan pelajar dari sekolah seperti pesantren,SMP dan SMA yang berada di kecamatan Towuti dan dikoordinir oleh YPRI kecamatan, pemerintah desa ibu kota dan pemerintah camat Towuti.

Momen takbiran malam  Idhul kurban ini tampak Masyarakat muslim di ibukota kecamatan sangat antusias berkumpul menyemarakan pawai obor dan takbiran ini, seperti yang diutarakan kepala camat Towuti.

“Kemarin-kemarin kita adakan pawai keliling menggunakan kendaraan dan kali ini kita coba dengan pawai obor, karena pawai obor lebih islami dan alunan takbiran juga diresapi, ini juga lebih aman dibandingkan pakai kendaraan. Dengan berjalan kaki keliling kota kecamatan sepanjang 3 km. sangatlah damai, saya juga melihat banyak non muslim yang keluar kejalan memberikan dukungan kepada para peserta pawai,” ungkap Alimuddin Nasir, kepala camat Towuti, saat melapas pawai takbiran.

Alimuddin juga menambahkan, kami juga meminta pengawalan dari pihak Polsek Towuti guna menjaga keamanan dan ketertiban demi menghindari hal – hal yang tidak di inginkan, terutama mengantisipasi jangan sampai ada kendaraan yang menerobos ketengah-tengah rombongan pawai dan disetiap perempatan yang kami lalui juga dijagah beberapa personel dari Pemuda Pancasila kecamatan, ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan salah seorang tokoh pemuda kecamatan Towuti Suleq saat ikut dalam rombongan pawai obor.

“Saya lebih senang dengan pawai obor, dibandingkan pawai kendaraan yang lebih banyak modharatnya dari pada baiknya, pawai kendaraan kita tidak dengar suara takbir, hanya suara knalpot saja, pawai obor ini hanya masih butuh sosialisasi lagi ke masyarakat agar persiapan lebih baik lagi, buktinya kali pertama dilakukan sudah sangat banyak yang ikut. Semoga ini jadi perhatian serius pemerintah, YPRI dan pemuka agama, untuk dilestarikan, dikembangkan dan dijadikan budaya daerah dengan melibatkan semua stokholder dan perencanaan yang matang untuk hasil yang maksimal,” tutupnya.

Liputan: Harding | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed