oleh

Kritik Direktur Penyidikan KPK, Novel Baswedan Tersangkaa

MATARAKYAT-JAKARTA | Kasus penyiram air ketas belum tuntas diungkap pihak kepolisian Indonesia, kini Novel Baswedan kembali harus berurusan dengan bekas institusi yang mebesarkannya. Dirinya diadukan ke Polda Metro Jaya dengan menyebut atasannya di KPK adalah direktur penyidikan terburuk sepanjang kehadiran lembaga anti korupsi ini.

Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK Brigjen Pol Aris Budiman melaporkan penyidik senior KPK Novel Baswedan ke Polda metro Jaya dengan tuduhan pencemaran nama baik. Laporan dibuat Aris pada Sabtu, 13 Agustus 2017.

“Laporan dibuat tertulis, melalui surat yang dikirimkan, dia merasa nama baiknya tercemar,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, Kamis (31/8) seperti dilansir Poskota.

Bahkan, kata Argo, terkait kasus ini penyidik telah melakukan gelar perkara dan memutuskan meningkatkan kasus ini ke penyidikan. Novel telah ditetapkan menjadi tersangka karena dianggap melanggar Pasal 27 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Aris mengaku bersitegang dengan Novel mengenai aturan perekrutan penyidik dari kepolisian. Pada Februari lalu, Novel disebut mengirim surat elektronik yang berisi keberatan atas mekanisme pengangkatan penyidik dari Polri yang dianggapnya tidak sesuai dengan aturan internal KPK.

Surat elektronik itu menyebut-nyebut nama Aris, hingga membuatnya tersinggung dan melaporkannya ke Polda Metro Jaya.

Liputan : Us

 

Komentar

News Feed