oleh

Perlakuan Buruk Dibalik Indahnya Danau Napabale

-Aneka-2.258 views

MATARAKYAT-MUNA | Danau Napabale, merupakan destinasi wisata primadona yang dikelola oleh masyarakat setempat, terletak Kecamatan Lohia Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara.

Pemandangan  indah tentu menarik minat siapa saja ketika melihat panorama alam meski hanya dalam bentuk foto. Namun, apa mau dikata, temuan tim MATARAKYATMU  berbeda 360° dibanding cerita diatas.

Hasil pantauan pada Media Sosial Instagram, ditemukan kabar  tak sedap dibalik indahnya foto wanita cantik itu. Celia Tri Pristya Devitha namanya, wisatawan asal Kendari ini harus menerima perlakuan buruk dari oknum yang mengaku penjaga destinasi wisata tersebut.

Saat diklarifikasi kebenaran postingannya itu, ia pun membenarkan, ia mengaku tidak tahu persis siapa pengelolanya. Sebab selama ini hanya warga lokal saja yang mengaku menjadi pengelola destinasi wisata itu.

Ia juga mengaku telah beberapa kali mengunjungi tempat itu, tapi baru kali ini saja ia mendapatkan perlakuan yang buruk.

“Kasiaaaannnn udah berusaha promosi wisata, malah begitu. Semoga tidak ada lagi yang kayak gitu, kasian orang-orang yang kesana misalnya dari luar Sulawesi, sampe sana malah dipalakin, kan serem dan gak bakal balik lagi ke sana hahauuaa” Terangnya dengan tertawa

Berikut ungkapan perasaan @celiadevitha pada media sosial Instagram saat mengunjungi Destinasi Wisata Alam Danau Napabale nan Indah itu.

“Danau Napabale – Kalau search keyword “Wisata Pulau Muna” maka danau ini pasti muncul sebagai salah satu wisata primadona. Danau air payau dengan warna hijau tosca yang ciamik dan cantik.

Ditambah lagi ada terowongan yg bisa membawa kita ke laut jika air sedang surut. Nah, sekarang sudah ada satu lokasi foto terbaru, Puncak Napabale namanya. Dari sini kita bisa lihat danau napabale dari ketinggian, super beautiful!

Tapi… Ahh sayang sekali saya harus bilang ini, agak kesal sebenarnya pfthhh. Di salah satu wisata primadona pulau Muna ini ada banyak pungli dari warga lokal. Kami harus bayar retribusi masuk (okelah karena semua lokasi wisata juga begitu) tapi tanpa karcis atau sejenisnya.

Kemudian kami harus bayar parkir (waktu odhy nanya tiket parkirnya mana, si Ode malah bilang ini tanah orang tuanya jd kita numpang parkir di tanah orang tuanya), lalu saat naik ke puncak Napabale.

Di atas puncak sana ada anak kecil minta bayaran lagi :-\ katanya uang kebersihan (padahal banyak sampah plastik bekas botol dan gelas air mineral) kan kesel saya dipalakin mulu. Jadi gitudeh, nggak nyaman banget sama pungli2 anak2 lokal ini.

Nanti gak mau lagi ahh ke sini kalau masih banyak punglinya. Mgkn teman2 komunitas pariwisata di Muna bisa bantu disampaikan ke warga lokal, biar para pendatang nyaman gitu berwisata, jangan dipalakin mulu.” Jelas Celia Tri Pristya Devitha (@celiadevitha) pada postingan di Akun Instagram miliknya

Penelusuran tim kami tak hanya sampai disitu, kami menemukan lagi akun yang bernama @danaunapabale yang menurutnya adalah pengelola destinasi wisata itu.

Kami mengklarifikasi kejadian yang telah menimpa wisatawan cantik itu, tak lama kemudian Admin/pengelola akun tersebut merespon dan menjelaskan ke kami.

“Setelah kami menelusuri. Pertama, Kami sudah melaporkan kepada Pemerintah Desa. Kedua kami juga sudah melakukan pengawasan di area pungli itu.”

“Tapi, maaf sebelumnya kami hanya bisa mengamankan area puncak saja, karena untuk area lain adalah kendali pemerintah, sedangkan puncak adalah paten milik admin danau napabale.” kicaunya.

“Dan dapat dipastikan, sama sekali tidak ada pungutan disana.

Untuk tanggapan Pemdes,  mereka berencana mengadakan rapat dan dengar-dengar akan mengambil alih pengelolaan danau Napabale. Karena yang selama ini masih banyak yang mengaku-mengaku kelola danau napabale, dan mengatasnamakan tanah keluarga.

Sedangkan untuk memastikan tidak ada lagi pungli di area puncak, kami belum bisa memastikan 100%, karena admin juga masih kuliah dan banyak kesibukan. Tapi, belakangan ini  sering melakukan pengawasan di area puncak.

“Kalau oknumnya, kami masih belum bisa pastikan, tapi sudah ada yang kami curigai. Maksudnya, disana (puncak) sebenarnya tidak ada pungutan sama sekali. Jadi kalau ada oknum yang mengadakan pungutan, itu ilegal”

Harapan kami (La Ode Wahyu (@laodewahyu97) dan Nasrun Katingka (@bro.chon31), agar wisatawan tidak ragu untuk terus berkunjung ke danau Napabale, selalu menjaga kebersihan alamnya, intinya agar selalu menjadikan napabale sebagai situs wisata primadona dan ikon kabupaten muna. Jelas Admin @danaunapabale yang juga sebagai akun Promosi Destinasi Wisata Danau Napabale.

Liputan : edho

Komentar

News Feed