oleh

Pulau Tomia Wakatobi “Mandi Cahaya”

-Daerah-1.094 views

MATARAKYAT- WAKATOBI | PLN mendatangkan satu unit genset berkapasitas 1.000 kilo Watt (kW) (setara 1 Megawatt) ke Pulau Tomia, Wakatobi, Sulawesi  Tenggara. (3/9)

Genset mulai diberangkatkan pada 15 Agustus 2017 ini akhirnya tiba di PLTD Waha Tomia, Minggu (3/9) pagi. Butuh beberapa waktu sebelum genset dapat beroperasi secara komersial, karena perlu dilakukan instalasi kubikel, trafo, dan panel.

Saat ini daya yang mampu dipasok oleh 5 mesin genset PLTD Waha Tomia sebesar 1.000 kilo Watt (kW). Dengan jumlah pelanggan sebanyak 3.188, Tomia memiliki beban puncak sebesar 750 kW. Meski surplus daya 250 kW, selama ini masyarakat belum dapat menikmati listrik PLN 24 jam sehari.

Hal ini dikarenakan 50% jenis mesin yang terpasang saat ini adalah mesin kecil dengan pendingin udara, sehingga tidak memungkinkan beroperasi 24 jam nonstop.

Dari 19 desa dan kelurahan yang ada di Pulau Tomia, 8 desa belum menikmati listrik PLN. Oleh karena itu, kedatangan genset tambahan sangat dinantikan oleh masyarakat sekitar.

“Listrik di sini masih terbatas, sehingga kegiatan masyarakat belum optimal. Di sini masyarakat butuh listrik untuk mengawetkan ikan nelayan, penginapan wisatawan, termasuk sekolah dan kantor juga sangat membutuhkan. Jadi dengan adanya tambahan genset ini kami sangat berterima kasih. Tanpa listrik, semua pekerjaan itu tidak akan jalan,” ungkap La Baharafi, Camat Tomia.

Genset baru ini rencananya akan digunakan untuk memasok listrik di seluruh desa yang sudah dipasang jaringan listrik PLN. Adapun 5 desa yang baru akan menikmati listrik PLN adalah Desa Lamanggau, Patua, Dete, Kulati dan Kahiayanga.

Sementara 3 desa yang belum memiliki jaringan listrik adalah Desa Patua II, Runduma dan Wawotimu. Runduma sendiri merupakan desa yg terpisah dari sistem kelistrikan pulau tomia, sehingga harus menggunakan mesin sendiri. Rencananya akan diusulkan untuk pembangunan unit pelayanan baru.

“Dengan tambahan daya 1 MW, listrik di hampir semua desa di Tomia bisa menyala hingga 24 jam. Hal ini merupakan kabar yang sangat baik bagi perkembangan bisnis pariwisata di pulau ini. Kesiapan infrastruktur kelistrikan pastinya mampu menarik minat para wisatawan sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat.

Namun PLN masih punya pekerjaan rumah, yakni membangun jaringan listrik di tiga desa ,” ujar General Manager PLN Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat,

Liputan : Bob Saril.

Komentar

News Feed