oleh

Jemaah Asal Lutim Serbu Hotel Setan

MATARAKYAT_LUTIM – Tanggal 13 Dzulhijjah dini hari atau tanggal 4 September 2017 jam 02.00 waktu Arab Saudi atau berkisar jam 07.00 pagi Waktu Indonesia bagian Tengah di hari terakhir berada di Mina, jemaah haji asal Luwu Timur sepakat bersama sama menyerbu hotel setan yang ada di Jamarat.

Hotel Setan adalah istilah jemaah haji bagi tempat melontar jumrah. Melontar jumrah adalah salah satu rangkaian ibadah haji ketika berada di Mina yang mengikut kepada Nabi Ibrahim bersama keluarga yang melempar syetan di tiga titik berdekatan yaitu Aqobah, Wusta dan Ula’. Ketika tempat ini adalah simbol bermukimnya raja iblis dan pasukannya, oleh karena itu tempat ini digelari “hotel syetan,” hal ini dibeberkan Andi Zulkarnain ketua rombongan 7 Jemaah asal Luwu Timur kepada Matarakyatmu.com melalui pesan WhatsAppnya, Senin (04/09/17).

Lanjutnya, selain bermakna mengusir syetan, melontar jumrah juga memiliki makna lain yaitu setiap lemparan ke arah jumrah, sifat sifat syetan yang bermukim dalam hati dan jiwa jemaah, ikut di lemparkan keluar sehingga yang tersisa adalah sifat ilahiyah, ujarnya.

Dijelaskannya, Jemaah Luwu Timur memilih Nafar Tsani yaitu melempar jumrah sebanyak 3 kali di luar hari pertama yang hanya melempar jumratul Aqobah atau jumratul Akbar (jumrah besar) sehingga jemaah Luwu Timur bermalam di Mina selama 4 malam. Sebagian jemaah dari daerah lain hanya mengambil nafar awal yaitu bermalam di Mina hanya 3 malam dan melontar sebanyak 2 kali diluar hari pertama melontar Jumratul Aqobah, ungkap Andi Zul.

Menurutnya, Nafar Tsani dipilih semata mata untuk menyempurnakan ibadah di Mina dan menghindari bertumpuknya jemaah di lokasi melontar. Dini hari tadi situasi sangat sepi dan lengang karena sebagian besar jemaah haji mengambil nafar awal, ucap Zul.

Ia menambahkan, setelah rangkaian ibadah di Mina, seluruh jemaah haji akan menuju Mekkah hari ini juga untuk selanjutnya menyempurnakan ibadah haji dengan melakukan Tawah Ifadhah (tawaf utama) dan Sa’i di Masjidil Haram, tutupnya.

Liputan: Harding | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed