oleh

Jabat Kapolsek Walenrang. Ini Dilakukan AKP Rafly?

-Luwu-670 views

WALMAS, LUWU – Masuknya, AKP Rafly S.Sos, MH, menjabat sebagai Kapolsek Walenrang, dinilai membawa perubahan, setelah sebulan menggantikan AKP Amos Bija SH, mantan Kapolsek Bua itu, langsung melakukan gebrakan dengan mengamankan puluhan unit kendaraan dan 800 ratus liter Ballo (tuak) minuman tradisional khas daerah.

Resmi bertugas di Polsek Walenrang, AKP. Rafly, lakukan penggerebekan judi sabung ayam, di wilayah Desa Bara Mamase, Kecamatan Walenrang, dan berhasil mengamankan 20 unit sepeda motor tanpa plat yang ditinggal kabur pemiliknya.

Dua hari setelah itu, dengan kasus yang sama kembali dilakukan penggerebekan di wilayah Ilan Batu, kembali Polisi mengamankan dua pelaku, dengan barang bukti 11 taji ayam dan sebila badik.

Selasa pagi, 5 September 2017, kembali lagi dilakukan operasi di dibeberapa titik dan berhasil amankan 40 jerigen isi 20 liter dan 20 jerigen isi 10 liter.

Sedang total kendaraan yang diamankan sebanyak 21 unit, diantaranya Roda empat jenis kijang Toyota DD 1059 QT, dan roda dua, Revo DD 2849 TJ, Motor Matic Honda Beat tanpa plat dan dua unit motor Revo tanpa plat. Sementara total rincian  minuman keras (miras) yang diamankan sebanyak 800 liter ballo.

Adapun pemilik ballo, yakni, Hakim (62) Desa Pongko, Kabupaten Luwu,  Randis Pandin (22) Kelurahan Maroangin, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, Saharuddin (44) Desa Ilan Batu, dan Randa (25) Desa Lempe Kabupaten Luwu.

“Segala macam bentuk pelanggaran hukum, tidak ada yang kami beda-bedakan. Jika sudah bersalah maka harus melalui proses hukum dan undang-undang yang berlaku,” Ucap AKP. Rafly.

Ditanya soal status pemilik sajam yang dibekuk saat penggerebekan judi sabung ayam, perwira tiga balok yang dikenal disiplin dan tegas ini, menjawab keduanya sudah mendekam di hotel prodeo Mapolsek Walenrang. Sementara para pemilik ballo semuanya wajib lapor.

Setelah diintrogasi pemilik ballo kita statuskan wajib lapor kemudian barang bukti diamankan untuk selanjutnya dimusnahkan.

“Kenapa kita tidak tahan pemilik ballo ini karena tidak ada payung hukumnya yakni Perda, sehingga tidak ada tindak lanjut sampai ke pengadilan,” pungkas kapolsek.

Operasi penyakit masyarakat ini masih akan berlanjut hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Liputan : Aan

Komentar

News Feed