oleh

Adik Berselisih, Kakak Jadi Tersangka Utama Penikaman

MATARAKYAT- PALOPO | Niat ingin melerai, Makmur malah menjadi pelaku utama penikaman Imran yang merupakan teman sejawat di City Market Kota Palopo, sebagai Satuan Pengamanan.

Berawal dari pertengkaran mulut antara Mansyur,  yang tidak sengaja terlihat oleh Makmur  di sekitar area pusat perbelanjaan City Market Kota Palopo, Jl. Larona Kelurahan Salobulo Kecamatan Wara Utara, beberapa hari lalu.

Melihat Mansyur, adik Makmur beradu mulut dengan Imran, Makmur yang sudah dalam kondisi mabuk langsung menuju ke rumah kos miliknya mengambil pisau dan kembali kelokasi dimana Mansyur dan Imran berdebat.

Baat bertanya beberapa pertanyaan, Makmur langsung memukul Imran dan menikamnya dengan pisau yang telah dibawanya.

Usai melakukan aksinya, Makmur kabur menuju kedaerah Bua Kabupaten Luwu di rumah pacarnya dan menginap, ke esokan harinya, Makmur menuju daerah Bone-bone Luwu Utara, juga menginap dirumah sesepu pacarnya dan melanjutkan pelariannya ke Lassusua Kolaka Utara Sulawesi Tenggara.

Tim Jatanras Polres Palopo yang dipimpin oleh Iptu Musafir, tidak tinggal diam lalu melakukan perburuan dan tiba di Kolaka Utara hari Minggu (03/09) sekitar pukul 17:30 wita,

Bekerjasama dengan petugas kepolisian Polres Kolaka, pelarian Makmur harus berakhir, tertangkao kemudian digiring ke Mapolres Palopo hari itu juga.

Kasatreskrim Kota Palopo, AKP. A. Yusuf, membenarkan adanya penangkapan terhadap Makmur (42) di Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Tim Jatanras Polres Palopo hanya membutuhkan 4 hari hari untuk melacak dan menangkap Makmur.

“Kurang dari 4 hari pelaku berhasil kita amankan. Setelah beraksi Kamis malam pelaku kabur ke daerah Luwu ke rumah pacar pelaku, esok hari  pindah lagi ke daerah Bone-bone Luwu Utara, juga bermalam di rumah sepupu pacarnya. Sabtu pagi, pelaku lanjutkan perjalanannya menuju,Lassusua, Kolaka Utara. jelas Kasat Reskrim A.Yusuf.

Lebih jauh dikatakan oleh A. Yusuf, bahwa pelaku terancam hukuman pidana, penjara 20 tahun dan maksimal seumur hidup.”Pelaku pembunuhan diancam hukuman pidana 20 tahun kurungan penjara dan maksimalnya seumur hidup.” Tegas, A.Yusuf Kasat Reskrim Palopo.

Akibat perbuatannya, pelaku kini meringkuk dibalik jeruji besi di Makopolres Palopo, Jl. Opu To Sapaile Kota Palopo, guna proses hukum selanjutnya dan pertanggungjawabkan perbuatannya.

Liputan : Aan

Komentar

News Feed