oleh

Habis Gelap Terbit Resah, PLN Digeruduk Warga

MATARAKYAT-PALOPO -| Keluhkan meteran listrik dicabut oleh oknum petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Kota Palopo, akhirnya beberapa warga ke Kantor Cabang Kota Palopo Rabu, (6/) di Jl. Andi Kambo, Eks Jl. Merdeka.

Pelanggan PLN Rayon Kota Palopo mengeluhkan meteran listriknya dicabut. Menurut warga disana disinyalir tidak sesuai dengan prosedur  yakni jika menunggak, 2 sampai 3 bulan, diterbitkan surat teguran dengan sanksi denda.

Selanjutnya, jika masih juga tidak dilakukan pembayaran dibulan berikutnya yakni pada bulan ketiga, maka dikenakan sanksi pemutusan aliran listrik sementara, dengan jangka waktu yang tercantum pada surat teguran kedua.

Apabila teguran kedua berupa pemutusan sementara dengan jangka waktu yang ditetapkan dalam surat teguran yang kedua, tidak juga dipenuhi oleh pelanggan,maka pihak PLN lakukan pencopotan meteran  secara tuntas.

” Surat teguran pertama yang isinya kita harus bayar tagihan listrik berikut dengan dendanya ada,  tapi pas mau dicabut meteran, tidak adami lagi surat pemberitahuan kalau mau dicabut, itu yang kita keluhkan.

Karena biasanya, teguran kedua itu, pemutusan sementara arus listrik  trus disimpan surat pemberitahuan pencabutan yang diselipkan pada meteran kalau masih tidak dibayar, nah pemberitahuan itu yang i tidak ada, langsung dicabut sama petugas PLN.” ucap Syukur dan Wahid.

Lebih jauh dikatakan  Syukur bahwa dirinya kembali mengeluh untuk kedua kalinya, lantaran tunggakan beserta dendanya telah ditebusnya  namun meteran listrik belum juga terpasang.

“Anehnya lagi, sudahmi saya tebus tunggakanku sama dendanya kenapa belum juga dipasang itu meterannya, padahal kalau dihitung itu juga tunggakan sama denda melebihi nilai yang harus terbayar karena dipersyaratkan pasang baru. Namun, pelayanan PT PLN Cabang Palopo, ingkar janji untuk memasang kembali secepatnya ” ujar Syukur.

Liputan : Aan

Komentar

News Feed