oleh

Mr “U” Bantah Ada Uang Pelicin di Penerbitan IMB Grand Mall

-Daerah-1.501 views

MATARAKYAT -MAROS,– Mr U yang disebut orangnya bos hanya isapan jempol. “U” adalah inisial dari Udin, salah seorang warga Kecamatan Mandai, sejak
tahun 2015 lalu  diberi kepercayaan mengurus segala bentuk perizinan kawasan perdagangan dan Jasa oleh

Swanni yang kemudian pemohon mengajukan perubahan PT Anugrah Sukses Lestari ASL.

Saat  media ini mene muinya di Maros, Udin membantah jika ia menggelontorkan uang pelicin   senilai Rp3 Miliar untuk menyuap pejabat berwenang di Maros.

Ditanya doal dana mengalir lewat tanganya sekitar Rp8 Miliar dari Swanni, pemohon IMB saat itu, dirinya mengutarakan rincian jika uang tersebut digunakan untuk membayar restribusi  IMB Rp 4,89 Miliar dan Rp100 Juta untuk proses kelengkapan izin lainya.

“Pajak IMB tersebut saya setor langsung ke rekening kas daerah Maros dengan  dua tahap, pertama September 2015 Rp 3,2 miliar lebih dan awal tahun 2016 sementara tahap 2 Rp 1,8 Miliar lebih ke nomor rekening tujuan sama” kata Udin

Sedangkan sisanya Rp 3 Miliar, menurut Udin, juga diberikan melalui cek yang ia terima dari suami Swanni.. ” Tujuanya digunakan untuk membayar kontrak penimbunan lahan seluas 4 hektar kepada rekanan pihak ketiga inisial,” jelas Udin.

Ia mengakui, jika  pernah membicarakan tentang dana  itu kepada beberapa aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat nmun  menjadi sumber kesalahpahaman jika Rp 3 miiliar digunakan untuk menyuap,” Itu tidak benar dan apa yang saya katatan ini tidak bohong” kata Udin.

Untuk mendapatkan rekomendasi Advice Plang  Dinas Tata Ruang dan Perumahan Rakyat Maros, Udin mengaku hanya memberikan kepada tim kerja yang turun melakukan peninjauan lapangan sekitar Rp1,5 Juta,

“Tidak ada uang  saya berikan secara pribadi ke pak Agus,  hingga bersedia menandatangani Advice Plane itu,” kata Udin lagi.

Sedangkan permohonan Isin Lingkungan, Udin menerangkan jika sejak awal mengajukan isin berdasarkan instansi teknis, “Kami saat itu mengajukan Analisis Dampak Lingkungan,  tetapi untuk dokumen ini butuh proses yang panjang .sehingga Dinas Lingkungan Hidup memberikan jalan dengan menggunakan izin Usaha Kelayakan Lingkungan dan Upaya Pengelolaan Lingkungan UKL/UPL” kata Udin

Lantas biaya yang dikeluarkan untuk UKL/UPL itu, Udin mengaku, selama ini ia hanya berhubungan dengan Kepala Bidang Lingkungan dan Perisinan Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup,

“Biayanya yang saya ingat pernah memberikan Rp5 juta disaat akan dilakukan ekspose Amdal di Baruga Kantor Bupati Maros Juli lalu” ungkap Udin.

Sementara ini Tim Tindak Pidana Korupsi Polres Maros, dikabarkan terus melakukan penyelidikan. Sejumlah pejabat terkait telah dimintai dokumen perisinan yang telah ditandatangani buat Grand Mall.

Peliput : Jumadi/ ifa

Komentar

News Feed