oleh

Persoalan Kemanusiaan Rohingya Belum Berakhir. Ini 10 Kejadian Miris

-Aneka-1.073 views

MATARAKYAT | Persoalan kemanusiaan Rohingya belum berakhir. Sudah ratusan bahkan ribuan umat muslim Rohingya terbunuh oleh kekejian pemerintahan Myanmar. Mereka diusir dari tanah kelahiran yang sudah mereka tempati sejak abad ke 8 Masehi.

Meskipun begitu, hingga kini pemerintah Myanmar menganggap Rohingya berasal dari suku Bengal dan produk imigrasi ilegal.

Warga Rohingya/REUTERS PENGUNGSI Rohingya terjatuh saat berjalan melewati genangan air berlumpur untuk menyeberangi perbatasan menuju Bangladesh di Teknaf, 1 September 2017 lalu.*
Warga Rohingya/REUTERS PENGUNGSI Rohingya terjatuh saat berjalan melewati genangan air berlumpur untuk menyeberangi perbatasan menuju Bangladesh di Teknaf, 1 September 2017 lalu.* (REUTERS)

Berikut 10 informasi tentang etnis minoritas Muslim Rohingya yang perlu Anda ketahui seperti dilansir Sripon.com.

1. Istilah Rohingya muncul pertama kali pada tahun 1799.

Ini sebagaimana diungkap lembaga peneliti Meddle East Institute.

Rombongan pengungsi Myanmar dan Bangladesh mendarat di Langsa, Aceh, Jumat (15/05) WIB.
Rombongan pengungsi Myanmar dan Bangladesh mendarat di Langsa, Aceh, Jumat (15/05) WIB. (DOK. BBC)

2. Muslim Rohingya ada dan mendiami wilayah sebelum pembentukan negara bagian Rakhine (Arakan) di Myanmar.

Pemerintah Myanmar secara implisit mengizinkan berdirinya Gerakan 969.

Gerakan 969 adalah kelompok Biksu Budha yang dikenal memberikan pembenaran moral untuk menumpahkan darah warga Muslim Rohingya, sebagaimana laporan Reuters.

Anak-anak pengungsi dari etnis Rohingya berkumpul dan berdoa saat hari raya Idul Adha 1438 H di sebuah kamp yang berada di Bangladesh.
Anak-anak pengungsi dari etnis Rohingya berkumpul dan berdoa saat hari raya Idul Adha 1438 H di sebuah kamp yang berada di Bangladesh. (Anadolu)

3. Selama beberapa dekade, warga Rohingya menjadi korban diskriminasi rasial dan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok anti-Muslim Rohingya.

Mereka terdiri dari kelompok etnis Budha dan pejabat pemerintah pusat.

Poin sama yang menjadikan mereka benci terhadap Rohingya, sama-sama membenci suku Bengal.

Oleh karena itu, mereka menyebut Rohingya keturunan suku Bengal dengan maksud penghinaan.

Imigran Rohingya di perairan Desa Simpang Tiga, Kecamatan Julok, Aceh Timur
Imigran Rohingya di perairan Desa Simpang Tiga, Kecamatan Julok, Aceh Timur (ANTARA FOTO/Syifa)

4. Adapun negara-negara tetangga, yang secara alami menjadi calon penampung pengungsi Rohingya, mereka tidak ingin menerima warga Rohingya secara permanen.

Mereka beralasan tidak mencukupi tempat.

Poster dan spanduk yang mengecam Biksu Ashin Wirathu dan tokoh prodemokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi dibawa massa dari Solidaritas Indonesia untuk Kemanusiaan saat berdemonstrasi terkait etbis Rohingya di depan Kedutaan Besar Myanmar, di Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2015). Demonstran mendesak Myanmar menghentikan kekerasan, melindungi, dan mengakui keberadaan etnis Rohingya.
Poster dan spanduk yang mengecam Biksu Ashin Wirathu dan tokoh prodemokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi dibawa massa dari Solidaritas Indonesia untuk Kemanusiaan saat berdemonstrasi terkait etbis Rohingya di depan Kedutaan Besar Myanmar, di Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2015). Demonstran mendesak Myanmar menghentikan kekerasan, melindungi, dan mengakui keberadaan etnis Rohingya. (TRIBUNNEWS)

5. Pada tahun 1826 M, penjajah Inggris mencaplok wilayah barat daya Myanmar dan wilayah yang saat ini dihuni minoritas Rohingya.

Perempuan dan anak Etnis Rohingya yang kelaparan
Perempuan dan anak Etnis Rohingya yang kelaparan (Istimewa)

6. Antara tahun 1948 dan 1961, warga Rohingya mencoba untuk melepaskan diri namun gagal.

Imigran Rohingya asal Myanmar dan Bangladesh, ditampung di Gedung olahraga Lhoksukon, Aceh Utara, 11 mei 2015. Sebanyak 582 imigran Rohingya ditemukan selamat di perahu yang terdampar di Aceh Utara.
Imigran Rohingya asal Myanmar dan Bangladesh, ditampung di Gedung olahraga Lhoksukon, Aceh Utara, 11 mei 2015. Sebanyak 582 imigran Rohingya ditemukan selamat di perahu yang terdampar di Aceh Utara. (AFP PHOTO / REZA JUANDA)

7. Pada 1982, pemerintah setempat melegitimasi diskriminasi terhadap Rohingya, sebagaimana laporan Middle East Institute.

Seorang anak etnis Rohingya asal Myanmar mendapatkan perawatan di sebuah rumah sakit di Langsa, Aceh, Selasa (19/5/2015). Anak-anak ini merupakan bagian dari para pengungsi Rohingya yang meninggalkan kampung halaman mereka di Rakhine, Myanmar, karena konflik.
Seorang anak etnis Rohingya asal Myanmar mendapatkan perawatan di sebuah rumah sakit di Langsa, Aceh, Selasa (19/5/2015). Anak-anak ini merupakan bagian dari para pengungsi Rohingya yang meninggalkan kampung halaman mereka di Rakhine, Myanmar, karena konflik. (AFP PHOTO / ROMEO GACAD)

8. Adapun Bangladesh, negara mayoritas Muslim yang menjadi tujuan pengungsi Rohingya selama bertahun-tahun, telah mengungkapkan niat mereka menggusur kamp-kamp pengungsi Rohingya di perbatasan, yang berdiri sejak beberapa dekade.

Perempuan dan anak-anak Rohingya mengantre untuk mendapatkan air di kamp-kamp pengungsi di Teknaf, Banglades, pada Desember 2016. Ribuan warga Rohingya mengungsi dari Rakhine, Myanmar, diduga akibat kekerasan aparat keamanan setempat.
Perempuan dan anak-anak Rohingya mengantre untuk mendapatkan air di kamp-kamp pengungsi di Teknaf, Banglades, pada Desember 2016. Ribuan warga Rohingya mengungsi dari Rakhine, Myanmar, diduga akibat kekerasan aparat keamanan setempat. (Associated Press)

9. Bangladesh merupakan salah satu negara paling padat penduduknya, di samping pemerintahannya lemah dan ekonominya rapuh.

Pengungsi etnis Rohingya dari Myanmar antre menunggu izin memasuki kamp pengungsian Kutupalong di Cox's Bazar, Bangladesh, 8 Agustus 2017.
Pengungsi etnis Rohingya dari Myanmar antre menunggu izin memasuki kamp pengungsian Kutupalong di Cox’s Bazar, Bangladesh, 8 Agustus 2017. (MUSHFIQUL ALAM/AP PHOTO/CBC.CA)

10. Sejak tahun 2012, sebanyak 140.000 Rohingya melarikan diri dari barat daya Myanmar. (*)

 

Komentar

News Feed