oleh

Di Rindingallo Torut Krisis Dokter, ini Masalahnya

MATARAKYAT_TORUT – Tolak ukur untuk di kategorikan sebagai sejahtera pada suatu masyarakat adalah ketika masyarakat itu sudah mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang layak atau terpenuhi, namun dalam perilaku masyarakat setiap hari dua komponen ini belumlah sepenuhnya di nikmati oleh masyarakat.

Seperti halnya yang terjadi di Puskesmas Pangala’, kecamatan Rindingallo, kabupaten Toraja Utara terkendala dengan system pelayanan tenaga medis yang kurang kepada masyarakat. Sehingga, setiap masyarakat yang sakit dan dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan tindakan medis terdekat, selalu berujung kepada solusi di rujuk ke rumah sakit di Rantepao.

Jika mengacu pada standar pelayanan minimal bidang kesehatan kabupaten/kota maka, fungsi Puskesmas rawat inap sebagai tempat rujukan pertama bagi kasus tertentu yang perlu dirujuk, mempunyai beberapa fungsi pokok, antara lain, fungsi sesuai dengan tugasnya yaitu pelayanan, pembinaan dan pengembangan, dengan penekanan pada fungsi pada kegiatan yang bersifat preventif, promotif dan fungsi rehabilitative, kemudian fungsi yang berorientasi pada kegiatan teknis terkait instalasi perawatan pasien sakit, instalasi obat, instalasi gizi dan instalasi umum. Juga fungsi yang lebih berorientasi pada kegiatan yang bersifat kuratif.

Sangat jelas akan penjelasan tersebut bahwa sebuah puskesmas yang berstatus puskesmas rawat inap seharusnya memiliki dokter dalam mengangani pasien yang gawat untuk mendapatkan pertolongan sebelum di rujuk ke rumah sakit dan ini sangat jauh berbeda dengan aplikasi penerapan dan penggunaan Puskesmas rawat inap di Pangala’, kecamatan Rindingallo yang dulunya memiliki dokter yang memimpin langsung Puskesmas tersebut dalam menjalankan fungsi Puskesmas berstatus rawat inap. Namun sangat disayangkan pemerintah Toraja Utara akhir ini melakukan roling pimpinan Puskesmas yang berdampak pada Puskesmas Pangala’ yang beroperasi tanpa seorang dokter.

Masyarakat kami di Rindingallo menjadi resah pak’ karena yang dulunya itu di Puskesmas Pangala’ ada kepala Puskesmas yang dijabat oleh seorang dokter yang bisa langsung menangani pasien. Akan tetapi, karena kebijakan eksekutif sehingga kepala Puskesmas tersebut di ganti oleh tenaga medis lainnya yang berprovesi bidan, ungkap Jhoni Sirande selaku anggota DPRD Torut kepada awak media diruang kerjanya, baru-baru ini.

Ditambahkannya, dengan kejadian ini kebanyakan masyarakat kami di Rindingallo jika dibawa ke Puskesmas itu untuk mendapatkan penanganan medis selalu berujung kata di rujuk ke rumah sakit di Rantepao, katanya.

“Ya, sekarang  fungsi Puskesmas rawat inap itu sudah tidak berfungsi lagi sebagaimana mestinya karena jika ada pasien ujung-ujungnya di rujuk ke rumah sakit padahal dulunya ada dokter yang menjadi kepala Puskesmas di Pangala’ tersebut akan tetapi dicopot jabatannya sebagai kepala Puskesmas, sehingga dokter tersebut meminta  untuk pindah daerah,” ujarnya.

Ironisnya, kenapa Bupati memberikan rekomendasi untuk pindah sedangkan kita di Toraja Utara sudah kekurangan dokter yang akhirnya, tindakan medis terhadap pasien gawat dipelosok, menjadi lambat penanganannya, tandas Jhoni yang juga sebagai anggota Fraksi Golkar.

Liputan: Widian | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed