oleh

Polisi Kejar Aset Pemilik First Travel

MATARAKYAT, JAKARTA | Penyidik mengakui sikap Pemilik First Travel dinilai tidak kooperatif, lantaran memberikan keterangan yang tidak konsisten dan kooperatif selama proses penyidikan berlangsung. Namun polisi terus mendalami untuk dapat mengusut sejauh mana perbuatan melanggar hukum yang dilakukan Andika Surachman, Kiki Hasibuan dan Anniesa Hasibuan.

Melalui Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul menerangkan “Dalam hal ini, ada tersangka yang tidak konsisten dan tidak kooperatif selama proses penyidikan berlangsung, tapi penyidik akan terus mendalaminya untuk mengungkap apabila ada hal yang belum terungkap oleh penyidik.” terangnya di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (15/9/2017).

“Penyidik akan terus menggali informasi dari para korban, termasuk misalnya apakah ketiga tersangka ini memiliki aset di tempat-tempat yang belum disampaikan oleh tersangka. Kemudian menyita barang-barang terkait praktek-praktek atau perbuatan melawan hukum” ujarnya

Martinus juga menyampaikan, penyidik masih memeriksa saksi-saksi dan menyita harta benda tiga bos perusahaan biro perjalanan ibadah tersebut.

Data terakhir korban First Travel yang mengadu via email sebanyak 9.300 orang dan 24.760 orang mengadu ke Posko Crisis Center First Travel di Kantoareskrim, Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gambir, Jakarta Pusat.

“Sementara untuk paspor (calon jamaah) yang sempat disita untuk penyidikan, dan telah dikembalikan sebanyak 9.081,” tutupnya.

Laporan : Edhol

Komentar

News Feed