oleh

Dagelan Tender dan Atraksi KKN di BBWSPJ Minta Ditelisik

MATARAKYAT- MAKASSAR, | Pelaksanaan pekerjaan proyek di Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan -Jeneberang Prov Sulsel, boroknya kini mulai terkuat. Pasalnya, ditengarai proyek dibiayai pemerintah pusat melalui  APBN pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia disinyalir dikerja secara serampangan.

Dari hasil penelusuran diketahui proyek milik BBWSP- Jeneberang Prov Sulsel yang sudah rusak serta tak dapat berfungsi seperti Proyek Air Baku Jamala Maros tahun 2011 , Irigasi Mattajang anggaran kurang lebih Rp 30 M dianggarkan mulai  tahun 2012, 2013 hingga 2014 lalu.

Proyek  trash track yang ada di kota akassar dibangun tahun 2009 lalu, hingga saat ini diduga keras tidak berfungsi alatnya, padahal setiap tahun dianggarkan oleh SNVT OPerasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Pompengan Sulsel , puluhan milyar rupiah dengan PPK, Majid..

Belum lagi pada pekerjaan  Air baku Kota Palopo dibaangun tahun 2009 lalu dengan nilai anggaran  kurang lebih Rp 30 Miliar  hingga saat ini diduga keras  tidak berfungsi hingga sekarang.

Pun, Balai Pompengan membangun Bendung Mattajang pada tahun 2006 lalu  hingga sekarang tidak difungsikan. Lebih gilanya lagi setiap tahun proyek Balai Besar Pompengan Jeneberang Sulsel dengan cara  sistem proses lelang online tapi anehnya setiap tahun pemenangnya perusahaan yang sama  dengan panitia lelangnya.

Beberapa pihak termasuk penggiat LSM di  daerah ini meminta pihak penegak hukum menghentikan atraksi Kolusi Korupsi dan Nepotisme di BBWPJ. “Ini bisa dilakukan jika oknum aparat tidak terlibat dalam dagelan korupsi,” ujar Suardy, seorang aktifis LSM.

Kepala BBWSPJ, Iskandar belum bisa dimintakan klarifikasi ihwal tudingan praktek KKN diinstitusinya, mengingat insiden teror pengusiran terhadap jurnalis di kantor dimaksud.

Liputan : Wahyudi

Komentar

News Feed