oleh

LPM di Makassar Harus Direstorasi Agar Bermartabat

MATARAKYAT-MAKASSAR | Para ketua LPM sekecamatan Tamalate sepakat memilih keluar dari panguyuban LPM Makassar. Para ketua LPM dari 11 kelurahan, menggelar pertemuan di kafe Daun Dg Tata, Rabu 20/9 dihadiri para ketua LPM.

Dalam pertemuan, sepakat memutuskan pertama, keluar dari Asosiasi LPM Makassar, kedua meminta segera dilakukan restorasi organisasi LPM yang lebih bermartabat dan ketiga mengembalikan fungsi LPM sebagai lembaga pemberdayaan yang berorientasi pada pengembangan masyarakat.

Jubir LPM Tamalate, Bachtiar Adnan Kusuma, meminta Walikota Makassar Danny Pomanto meninjau ulang organisasi LPM Makassar yang menurutnya tidak masuk akal. Misalnya, kata BAK ketua LPM di level kelurahan juga ketua di kecamatan dan ketua di Makasssar. Ironisnya, pada level kecamatan menggunakan istilah Forum dan di Makassar memakai istilah asosiasi. Logikanya amburadul, masak LPM disebut asosiasi, kalau LPM asosiasi, pertanyaannya, benarkah LPM sebuah profesi, kalau profesi sejak kapan LPM menggelar uji kompetensi pengurusnya dan siapa yang mengujinya dan di mana induk organisasi profesinya. Lucunya, asosiasi LPM cuma ada di Makassar dan tidak ada di Indonesia. Sementara organisasi LPM pada level nasional di pusat ada DPP, Kab Kota dan Provinsi ada DPD LPM sesuai amanah Permendagri. Dengan demikian, menurut Usman Nukma, Andi Ansar, Jumail Mappiare, Kamaruddin Olle, Ishak Makkarate, Fachrul Andi Nasif, Nurdin, Syafruddin Tayang, Syamsul, meminta agar Walikota segera membenahi organisasi LPM yang benar.

Untuk LPM Tamalate, Jumail menegaskan pihaknya menggelar Raker pada Minggu ini, dari hasil Raker akan disampaikan sekaligus rekomendasi sikap LPM  Tamalate tentang LPM Makassar.

  1. Laporan : Yudhi

Komentar

News Feed