oleh

8 Laporan Polisi, Nyawa Residivis Curanmor Berakhir di Ujung Pelor

MATAKAYAT-MAKASSAR| Tim Resmib Polda Sulsel, terpaksa bertindak tegas terhadap Raden Tunggal Sanjaya, warga BTP Makassar yang melakukan perlawanan saat akan ditangkap. Korban memiliki record buruk catatan kepolisian dengan delaoan laporan polisi.

Raden Tunggal Sanjaya kiorahnya harus berakhir di ujung peluru petugas beberapa jam lalu (3/10) tak jauh dari Polsek Tamalanrea. Ketika itu, Raden berada di rumah salah satu warga.

Unit Resmob Polda dipimpin IPTU Makmur,S.sos dan Iptu Alexander Bura beserta beberapa personil yang mendapat informasi keberadaan Raden lalu merangsek ke lokasi. Betul, Raden berada di rumah yang disebutkan dan petugas tak menyia-nyiakan DPO dengan No. 99/ III Reskrim itu.

Setidaknya, swjak tahun 2015 hingga Raden menemui ajalnya terdapat 8 laporan polisi terakhir LP NomorLp/698/2016/restabes Makassar.

Drama penangkaoan Raden cukup menegangkan.Saat anggota Resmob tiba di TKP pelaku berada di atas rumah warga tak mudah menaklukkan Raden untuk ditelungkung.

Nah, saat bethasil dilumpuhkan Raden menggeliat seperti belut melakukan perlawanan ke petugas. Raden mengancam petugas dengan badik dan berhasil melarikan diri. Namun, usaha Raden sia-sia sebab petugas telah mengepunga lokasi.

Uoaya menghentikan pelariannya dengan tembakan peringatan tak diacuhkan Raden dan tetus berusaha melarikan diri hingga akhirnya alternatif melumpuhkan dengan menembak bagian kiri dan kanan Raden.

Petugas berupaya menolong nyawa warga Inspeksi Kanal Kel. Barabaraya itu dengan melarikan ke RS Bhayangkara tapi nafas Raden terhenti diperjalanan.

Dalam penamgkapan ini, petugas ikut mengamankan beberapa barang bukkti seperti tiga kendaraan motor, ketapel beserta busur serta beberapa handphone, surat-surat berharga.

Liputan : Haryanto Rani

Komentar

News Feed