oleh

Dua Tahun Vakum, Granat Kritisi BNK Maros

-Daerah-1.425 views

MATARAKYAT- MAROS, — Badan Nakortika Kabupaten,  telah lama dibentuk dibentuk di Kabupaten Maros, namun dua tahun terakhir, organisasi ini terkesan mati suri. Padahak, peredaran Narkotika menjadikan kabupaten penyangga kota Makassar dijadikan tujuan.

Semangat BNK dalam memerangi  peredaran Narkoba dan Obat Daftat G yang makin menjamur di Maros sama sekali BNK tak nampak memberikan efek penekanan hingga menghadirkan kritik.

Ketua Dewan Pimpinan Anak Cabang Gerakan Anti Narkotika DPAC Granat Turikale, Jumadi, mengatakan, semangat BNK Maros terkesan seperti bunga layu. Akhir akhir ini beberapa instansi telah menampakkan kepeduliannya terhadap upaya penekanan pengguna dan pengedar obat Dafar G, yang berseliwearan di Maros, sasaranya adalah kalangan anak usia pelajar dan putus sekolah.

Aktif bergerak dalam pengamatan Granat antara lain, Kepolisian Resort Maros, Satuan Polisi Pamon Praja Maros, Dinas Perlindungan Anal dan Perempuan Maros serta Badan Pengawasan Obat dan Makanan bersama Badan Narkotika Nasional telah menyisir 35 Apotik untuk dilakukan inspeksi mendadak, Untuk memastikan daftar obat yang dijual di apotik itu.

“Sedangkan BNK Maros, tak menampakkan keterlibatanya secara langsung, padahal mereka punya kewajiban dan anggaran yang jelas,” kata Jumadi.

Dari aksi pergerakan yang dilakukan, cukup membuahkan hasil, misalnya, kondisi kehidupan remaja di kawasan PTB kini mulai berkurang. “Jika aksi aksi oprasi terus digencarkan, maka kondisi taman wisata malam tersebut berangsur menjadi ramah dan aman dari pengguna Narkoba dan Obat Daftar G hingga penggunaan Lem Fox kalangan anak anak” jelas Jumadi.

Granat Turikale adalah ujung tombak dalam memerangi narkoba di Maros, aksi kritis kepada pihak terkait harus ia tegaskan dalam koridor kewajaran karena peredaran dan pengguna narkoba di Maros trangsaksinya di Turikale.

“Turikale adalah sentralnya peredaran Narkoba, apalagi PTB saat ini menjadi ikon tempat nongkron para penggunan dan pengedar, jika tak serius penangananya maka kondisinya makin menjamur” kata dia.

Liputan: Arman/Jum

Komentar

News Feed