oleh

Dua Tahun Berkas Kasus Pungli Sertifikat Prona Mandek di Polres Bone

-Daerah-1.212 views

MATARAKYAT, MAKASSAR | Gelar perkara kasus dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilaporkan oleh Amire (51) warga Desa Nagauleng, terhadap Hamzah Mappasere selaku Kepala Desa Nagauleng, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan dalam perbitan sertifikat prona tak jelas penyelesaiannya.

Kepala kepala desa itu dilapirkan warga setwmpat karena telah melakukan pungutan liar sebesar Rp350.000 kepada setiap warga untuk pengurusan sertifikat tanah pada Proyek Nasional (PRONA) 2010 yang dikeluarkan oleh Kementerian ATR-BPN.

Laporan warga sendiri telah memasuki tahun kedua saat dilaporkan pertama kali 8 Agustus 2016 lalu. Perkembanfan terakhir, kasus ini dua bulan lalu digelar perkaran di Ditserse Kriminal Umum Polda Sulsel.

Pada gelar perkara dimaksud, Kepala Satreskrim Polres Bone, AKP Hardjoko berjanji akan menindaklanjuti kasus ini.

Namun, pihak penyidik ┬áReskrim Polres Bone, laporan tersebut seakan “Dipetieskan” dan penyebab masih simpang siur hingga belum diajukab ke pengadilan.

Kepastian hukum yang diharapkan warga untuk menjerat oknum Kepala Desa Nagauleng, hingga saat ini belum menemui titik terang. Padahal, sejumlah bukti dan saksi-saksi telah diperiksa dan dikumpulkan.

Saat dikonfirmasi via handphone dengan  Kasat Reskrim Polres Bone, AKP. Hardjoko menyatakan bahwa pihaknya akan mengadakan penyelidikan lanjutan di Polda Sulsel.

Sementara kuasa hukum Amire, M. Fajrin SH mengaku bingung melihat kinerja Polres Bone. Dirinya menduga ada disembunyikan oleh pihak penyidik sebab, dalam beberapa hari ini upaya untuk bertemu dengan AKP. Hardjoko tak terlaksana.

“Jangankan saling komunikasi melalui telepon, bertemu langsung pun tidak pernah, ruangannya Kasat Reskrim Polres Bone AKP. Hardjoko juga terkadang kosong.”

Lanjut Fajrin mengatakan, dalam beberapa hari kedepan, kami berencana akan bertandang ke Mapolda Sulsel untuk mempertanyakan tindak lanjutnya, dan akan mencari tahu sejauh mana tindak lanjut tersebut, jelasnya.

Laporan : Edho/Ullah

Komentar

News Feed