oleh

Buka Lapak di Lahan Pribadi Nyaris Jadi Korban Penggusuran

MATARAKYAT, LUWU – Sejumlah Pedagang Tradisional Bua Kabupaten Luwu yang berada di pinggiran Sungai Kelurahan Sakti Kecamatan Bua Kabupaten Luwu yang hendak digusur oleh petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) menolak hingga terlibat adu mulut, antara masayarakat dan aparat.(Senin,09/10/2017)

Para pedagang tersebut menolak keras untuk beranjak, bergeser dari tempatnya, lantaran lahan yang mereka gunakan sebagai lapak untuk berjualan, diklaim sebagai hak dan kepemilikannya.

“Lapak jualan yang kami gunakan adalah tanah milik kita dan tempat tinggal saya jadi jangan coba gusur saya,” tegas Basri.

Basri menambahkan, bahwa pedagang yang ada di pasar tradisional, hanya berjualan kecil kecilan seperti pedagang ikan eceran, es buah dan menjahit.

” Kasihan juga warga pak kalau hanya mau beli ikan 10 ribu lalu keluar ongkos ojek 10 ribu untuk ke pasar baru di tanarigella.’’ Tutur Basri.

Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Luwu, Andi Iskandar mengatakan bahwa rencana tersebut batal karena terjadi kesalahpahaman.

“Kami  datang kesini sebetulnya melakukan sosialisasi sekaligus menyampaikan hasil kesepakatan sewaktu di DPRD Kabupaten Luwu beberapa waktu lalu  bahwa penjual Ikan dan Ayam akan digusur, tapi Alhamdulillah pedagang disini bisa mengerti, karena kami menjalankan perintah ini sesuai  relkomendasi Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia,” kata Andi Iskandar.

Rencana pembongkaran pedagang di pasar Swadaya Bua tidak dihadiri oleh Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia  (APPSI).

Kurang lebih dari 40 lapak pedagang Pasar Tradisional Bua, Kbupaten Luwu bakal digusur oleh Satpol PP namun para pedagang sejak pagi sudah siap siaga menolak penggusuran. (awi)

Komentar

News Feed