oleh

BPTJ Road Show, Mamminasata Jadi Pilot Project

MATARAKYAT-MAKASSAR | Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang lahir pada tahun 2016 melalui Peresmian 103 tahun 2016, yang memiliki tugas dan fungsi penanganan transportasi di wilayah Jabodetabek, ternyata saat ini mempunyai target untuk mendorong daerah aglomearsi di seluruh Indonesia bisa dilakukan penanganan seperti di BPTJ.

Sigit Irfansyah dan Rizal wasal sebagai Direktur Renbang dan Direktur Prasarana mengatakan bahwa kedepan memang kementerian perhubungan akan mendorong daerah daerah aglomearsi untuk segera dilakukan penanganan terkait permasalahan lalu lintas.

Sigit mencontohkan bahwa di Jabodetabek dengan jarak antara 20 s/d 35 km rata rata waktu tempuh antara 1,5 s/d 2 jam, olehnya dengan hadirnya BPTJ beberapa terobosan telah dilakukan antara lain mendorong percepatan pelayanan angkutan umum melalui JAC dan JRC, penanganan stasiun kereta dengan konsep integrasi.

Risal Wasal mengatakan bahwa saat ini di Jabodetabek digalakkan TOD transit Orientasi Develovment dan ada 17 stasiun yg nantinya akan dibangun Apartemen dan mall yang dipadukan dengan konsep pelayanan angkutan umum.

Mamminasata saat ini ada sekitar 187 km jalan nasional dan tentu diharapkan dengan hadirnya BPTD maka ruas jalan tersebut bisa lebih baik penanganannya diikuti dengan jalan provinsi dan kota di Mamminasata. Kalau kami di Jabodetabek hanya 391 km, nah kalau di Mamminasata hanya 187 pasti 1 atau 2 tahun sudah harus lebih baik dan jadi percontohan tambah sigit.

Sigit menambahkan bahwa saat ini kementerian lagi mendorong untuk menghadirkan kembali Dana DAK perkotaan, semoga ini bisa kita hidupkan kembali kata sigit yang mengaku bahwa skema pendanaan ini telah dituliskan jaman beliau di perencanaan perhubungan darat.

Kadis Perhubungan Sulsel, HM.ILyas Iskandar menyambut baik acara ini dan berharap bahwa kehadiran team BPTJ dan menghadirkan kadishub di Mamminasata bisa menjadi contoh agar penanganan masalah transportasi bisa kita selesaikan secara bersama sama.

“Saya berharap kalau kita bisa kumpul dan melakukan penanganannya secara komprehensif maka pasti Mamminasata bisa lebih baik. Saat ini pemprov sulsel juga sudah ada UPT. Mamminasata.
Maka saya berharap kedepan ijj sudah bisa move on, paling tidak penanganan kemacetan di beberapa titik dan pelayanan angkutan umum bisa kita selesaikan,” ujar ilyas iskandar.

Kadishub Kota Makassar, Mario menyambut baik ide terkait Dana DAK perkotaan mengingat PPD Makassar Rp 1 triliun sehingga dukungan pusat sangat dibutuhkan.

Ditempat sama Kadishub Maros, Rahmat Bustar juga berharap bahwa upaya pemerintah pusat dalam mendorong pelayanan angkutan umum melalui angkutan perintis, ini sudah bisa ditingkatkan seperti pelayanan perkotaan dengan pelayanan banyak tahun servis seperti dilakukan di Jakarta.

Pemprov DKI antara 3 hingga 4 triliun rupiah digelontorkan untuk pelayanan BRT. Rahmat menambahkan, dibutuhkan bagaimana melakukan penanganan infrastruktur.

Sementara perwakilan dari Dishub Gowa berharap bahwa angkutan massal harus segera direalisasikan, hal ini mengingat pembangunan jalan tidak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan.

Sebagai gambaran bahwa kemudahan kepemilikan kendaraan yg terlalu mudah telah memicu kepadatan dan kemacetan. Olehnya kami sangat membutuhkan kebijakan pusat yg lebih konkret dalam penanganan pertumbuhan kendaraan, mengingat kalau jalan pasti diperhadapkan dengan volume lalulintas.

Ka.UPT Mamminasata mengatakan bahwa ada 11 koridor yang nantinya akan dilaunching. Ini upaya kami untuk mendorong pelayanan angkutan umum melalui BRT di Mamminasata.

Laporan : Arman

Komentar

News Feed