oleh

Harga TBS Kelapa Sawit Menlonjat Naik. Ini Diharapkan Apkasindo Lutra

MAATARAKYAT -LUWU UTARA – Sejak bulan Oktober 2017 harga Tandan Buah Segar (TBS)  Kelapa Sawit di Tana Luwu mengalami kenaikan harga, dimana sejumlah pabrik di Luwu Raya mencapai angka Rp. 1300/kg TBS.

Rafiuddin yang masih menjabat Ketua Apkasindo Luwu Utara, menjelaskan akan kenaikan harga TBS kelapa sawit tersebut, dimana menurutnya, nilai jual itu berdasarkan hasil keputusan rapat bersama Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan Pihak management Pabrik Kelapa sawit yang ada di Luwu Utara dan Luwu Timur.

Hal itu dikatakan oleh Rafiuddin, Jumat  13/10/2017 via pesan singkatnya, dimana harga saat ini adalah hasil keputusan rapat, dari tiga pabrik yang ada di Luwu Utara dan Luwu Timur.

” Berdasarkan hasil rapat, tiga pabrik kelapa sawit yang ada di Luwu Utara dan Luwu Timur, masing-masing, Pabrik PTPN XIV Burau membeli sawit dengan harga Rp.1.270/Kg, PT.Jasmulia Rp.1.300/Kg sedangkan PT. BMS seharga Rp.1.350/Kg “ungkap Rafiuddin.

Rafiuddin juga menuturkan, jika harga yang dia sebutkan adalah harga pabrik, namun untuk harga petani timbang sejumlah Rp.1.000 hingga Rp 1.050, dimana pematokan harga itu termasuk perhitungan biaya angkut dan perongkosan.

” Harga itu merupakan harga resmi pembelian pabrik, namun untuk petani itu sekitar Rp.1.000 bahkan Rp.1.050 untuk perkilonya, itu dikarenakan biaya angkut dan perongkosan oleh suplier ” Kata Rafiuddin.

Menariknya, kata Rafiuddin, untuk petani sawit, kini sudah diberikan kewenangan untuk menjual buah sawitnya ke mana saja secara langsung dan pihak manajemen pabrik sawit membuka ruang ke petani untuk bisa menjual sendiri kelapa sawitnya ke perusahaan apa saja.

” sesuai dengan kesepakatan, pihak pabrik membuka ruang untuk petani sawit agar bisa menjual sendiri langsung buah kelapa sawitnya ke perusahaan ” terang ketua Apkasindo ini.

Rafiuddin menambahkan bahwa dengan kenaikan harga TBS kelapa sawit serta terbukanya ruang oleh pabrik, mendapatkan respon positif oleh para petani, karena hal tersebut bisa menguntungkan petani, meski demikian, Rafiuddin juga menghimbau ke petani sawit untuk lebih proaktif dalam pemeliharaan tanaman, termasuk masalah pemupukan dan panen agar terhindar dari buah mentah, kemudian dia juga menyarankan petani sawit untuk membentuk kelompok tani sawit guna menikmati harga pabrik dan juga bisa meminimalisir tengkulak meraup keuntungan besar.

” Saya sangat berharap, khusus untuk petani sawit bahwa kedepan nya proaktif lah terhadap pemeliharaan tanaman, seperti pemupukan dan waktu panen agar petani bisa terhindar dari buah mentah, dan juga saya sarankan buatlah kelompok tani dimana kelompok tani ini nantinya bisa meminimalisir para tengkulak untuk meraup keuntungan besar “ tutup Ketua Apkasindo ini.(ari)

Komentar

News Feed