oleh

Penyandang Tunarungu Terancam Gagal Dapat Bantuan. Dinas Sosial “Tutup Telinga” Perintah Wabup Luwu

-Luwu-456 views

MATARAKYAT- LUWU | Pembagian Alat Bantu Dengar (ABD) dari Kementrian Sosial (Kemensos) yang digelar oleh Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Sulawesi Selatan (Sulsel) yang akan digelar pada minggu dan senin,  15-16 Oktober 2017 di Makassar adalah bentuk kepedulian sosialnya terhadap masyarakat.

Dengan niat kemanusiaan, Ketua Pospera Kabupaten Luwu, Muhammad Arsyad telah mendaftarkan beberapa penerima manfaat, namun karena kegiatan sosial itu digelar dimakassar,   dibutuhkan kendaraan untuk mengantar warga tersebut.

Menemui Wakil Bupati Luwu, Amru Saher di rumah jabatann, dengan harapan dapat membantu menyiapkan armada atau kendaraan, niat baik itu di sambut baik olehnya, dan buatkan surat keterangan disposisi untuk diarahkan ke Dinas Sosial (Dinsos)  Kabupaten Luwu, namun sayangnya apa yang diharapkan berkata lain, pihak dinas terkait tidak mengabulkan surat disposisi Wakil Bupati.

Dikonfirmasi, ketua Pospera Luwu, mengatakan,  “Awalnya kami sudah optimis berangkat, karena sudah diberi jalan oleh Pak Wabup Luwu untuk menghadap di Dinsos Luwu terkait peminjaman kendaraan untuk ke Makassar. Akan tetapi, saat menghadap Dinsos tdk bisa membantu, kita bukan minta uang, kita hanya butuh kendaraan saja. ” keluhnya. (Jumat, 13/10/2017)

Diketahui bahwa kegiatan sosial ini akan dihadiri langsung oleh Menteri Sosial, Republik Indonesia (RI) Khofifah Indar Parawangsa.

Terkait hal tersebut, sedikitnya 9 calon penerima manfaat alat bantu dengar itu merupakan tunarungu yang berdomisili asli, asal Kabupaten Luwu. Dimana mereka rencanya akan berangkat ke makassar sabtu 14 Oktober 2017. Namun terkendala dengan kendaraan, maka dipastikan terancam batal berangkat.

Batalnya keberangkatan ini tentu saja disesali banyak pihak, utamanya para penerima yang telah menantikan alat bantu ini sejak lama. “Kita bukan mengemis ke pemerintah, tp setidaknya ini msh bagian tanggung jawab pemerintah. Tunarungu itu bagian yangg harus dibantu dinas sosial, ” keluh Muhammad Arsyad. (awi)

Komentar

News Feed