oleh

Penyebab Kematian Warga Olaya, Mayat Jufri Diotopsi

MATARAKYAT-PARIMO | Terkait dugaan tewasnya warga Desa Olaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parimo, Jufri (50), di tangan oknum anggota polisi, Selasa (10/10), pihak Polres Parimo membantah isu tersebut, dan mengatakan itu murni upaya melarikan diri yang dilakukan korban, dengan cara melompat dari atas jembatan kembar jalur dua Desa Pombalowo.

Hal itu diungkapkan Waka Polres Parimo, Kompol I Ketut Tadius, saat konfrensi perss yang digelar diruang aula Makopolres Parimo, Rabu (11/10).

Dia mengatakan, Jufri alias Jhon alias Daeng, merupakan Target Operasi (TO) dari pengembangan kasus Pencurian Motor (Curanmor) yang beberapa kali terjadi di Kota Palu dan di Kabupaten Parimo.

Sebelumnya kata dia, pihak Polsek Palu barat berhasil menangkap tersangka atas nama Aco, warga kota Palu. Dari hasil pengembangan kasus, didapati keterangan bahwa tersangka Jufri, alias Jhon, Alias Daeng, melakukan curanmor di wilayah Kecamatan Sausu, dengan barang bukti satu unit sepeda motor Honda Revo warna hitam, di Kecamatan Torue satu unit sepeda motor Yamaha Mio J, di Kecamatan Parigi dibeberapa TKP dengan barang bukti motor Honda Beat warna putih, Supra X warna hitam, dan Yamaha Vega warna hitam.

“Jufri alias Jhon alias Daeng bersama tersangka Aco juga merupakan pelaku penjambretan di Lorong Cinta Kelurahan Kampal dan jalur dua Kecamatan Masigi,” jelas Waka Polres Parimo.

Menurut dia, penangkapan Jhon alias Daeng yang dilakukan pada Selasa (10/10) malam sekitar pukul 23.00 Wita, dilakukan tim gabungan Buser Polres Parimo dan Polda Sulteng yang disaksikan istri tersangka, Rosmin Mangkida.

Sekitar pukul 23.40 Wita, tim berhenti didekat jembatan kembar jalur dua Desa Pombalowo untuk memperjelas lokasi. Setelah memberikan keterangan kepada tim, kemudian tersangka mencoba melarikan diri dengan melompat dan jatuh kedasar jembatan.

“Upaya petugas mengingatkan kepada tersangka untuk tidak melarikan diri sia-sia, tersangka malah melompat dan jatuh kedasar jembatan dengan ketinggian diperkirakan 4,6 meter,” ungkapnya.

Pada saat terjatuh kata dia, tubuh korban terhempas di bambu saluran air, batu dan dasar pondasi. Namun, kondisinya saat itu masih bisa berkomunikasi dengan tim Buser. Pada saat ditanya kondisinya, Jufri hanya mengeluhkan rasa sakit, namun masih dapat menunjukan TKP penadah,” kata dia.

Dia menambahkan, pada pukul 00.40 Wita tim Buser tiba di TKP selanjutnya sesuai keterangan tersangka, dan menangkap penada atas nama papa Dandi dan berhasil mengamankan dua barang bukti sepeda motor merk Vixion dan Skydrive.

Kemudian, pada pukul 01:20 Wita tim Buser dengan tersangka mengantar barang bukti ke Polsek Parigi. Setelah itu, tersangka Jhon alias Daeng mengeluh sakit. Para anggota langsung mengantar yang bersangkutan ke RSUD Anuntaloko Parigi.

“Selama dalam perjalanan korban mengeluh kesakitan, dan tim Buser mengantarnya ke RSUD Anuntaloko Parigi,” kata dia.

Sekitar pukul 01.20 Wita tambahnya, tim bersama tersangka tiba di RSUD Anuntaloko Parigi dan langsung menyerahkan penangangannya ke petugas IGD untuk tindakan medis. Sesaat setelah itu, pukul 01:45 petugas medis menyatakan tersangka meninggal dunia.

Untuk mencari kepastian terkait penyebab meninggalnya tersangka Jufri alias Jhon alias Daeng,  keluarga tersangka meminta untuk dilakukan Outopsi, dan disahuti oleh pihak Polres Parimo bersama dengan Polda Sulteng, yang kemudian jenazah Jufri dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sulteng, dan diOutopsi pada Kamis (12/10). (Andi Baso Hery)

Komentar

News Feed