oleh

Festival Parara 2017 Lutra Tunjukkan Keunggulan. Ini Presentasinya

MATARAKYAT – LUWU UTARA | Bupati cantik Luwu Utara, (Lutra) Hj.Indah Putri Indriani, ketokohannya tak hanya ditingkat lokal dan regional saja, akan tetapi sudah dalam skala nasional.

Salah satu bukti, bupati wanita pertama di Sulawesi Selatan (Sulsel) itu menjadi narasumber saat di undang dalam acara Festival Panen Raya Nusantara (PARARA) di Taman Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/10).

Indah Putri Indriani saat menjadi narasumber di Festival PARARA berbicara banyak tentang potensi dan kekayaan yang dimiliki Luwu Utara, antara lain tentang UMKM.

Kegiatan UMKM yang disampaikan bupati cantik Lutra, yakni, tentang kopi, kain rongkong, dan tentunya tentang beras tarone.Tentu saja, karena komoditi beras tarone ini menjadi fokus orang nomor satu di Luwu Utara tersebut.

Pada kesempatan festival itu, Bupati cantik ini membawa sampel beras tarone serta memperkenalkannya kepada para peserta.

“Luwu Utara adalah salah satu daerah lumbung beras di Sulsel, dan beras Tarone ini salah satu dari delapan produk beras unggul lokal yang ada di Luwu Utara, Insya Allah, awal tahun depan kita akan lepas secara resmi sebagai beras unggul nasional,” ungkap Indah di hadapan ratusan peserta dari komunitas lokal di seluruh nusantara.

Indah juga menambahkan, bahwa beras tarone adalah beras organik dari Kecamatan Seko yang hanya bisa panen setahun sekali karena sebagian besar sawah di Seko adalah sawah tadah hujan.

Untuk itu, kata Indah, ke depan pemerintah mencoba merancang bagaimana menjadikan sawah tadah hujan ini menjadi sawah irigasi teknis untuk meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua kali.

“Tarone ini kan beras organik yang punya keistimewaan tersendiri. Berhubung di Seko masih sawah tadah hujan, sehingga panennya masih sekali setahun.Olehnya itu, ke depan kami mencoba menjadikannya sawah irigasi teknis, tapi dengan catatan proses budidayanya tidak menggunakan pestisida, sehingga ciri khas organiknya masih terjaga. Sekali lagi, ini demi menjaga kualitas,” terang Indah yang diikuti applaus dari para peserta.

Fastival PARARA adalah ajang dua tahunan yang kali ini mengangkat tema “Jaga Tradisi dan Rawat Bumi”. Festival ini dibuka langsung Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Triawan Munaf. “Melalui PARARA, kita diajak untuk menjaga tradisi serta merawat bumi demi kelestarian sumberdaya alam dan kesejahteraan,” tutur Triawan dalam sambutan pembukaannya pada 13 Oktober kemarin.(Ari)

Komentar

News Feed