oleh

DPC Pospera Luwu Buat Surat Terbuka Untuk Bupati, Seperti Ini Isinya

-Luwu-618 views

MATARAKYAT. LUWU – Prihatin melihat akan minimnya kepedulian sosial terhadap sesama, terlebih lagi kepada masyarakat tunarungu, di Kabupaten Luwu membuat Muhammad Arsyad, AD, Ketua DPC Pospera Luwu, merasa terpanggil untuk membuat Surat Terbuka yang ditujukan kepada Bupati Luwu, Andi Mudzakkar.

Bukan tidak mau untuk bertamu ke kediaman Bupati Luwu, namun rasa trauma membuat Ketua DPC Pospera Luwu ini, memilih untuk membuat surat terbuka, dimana sebelumnya diketahui, saat akan memberangkatkan warga tunarungu itu, para penerima alat bantu dengar di Makassar, Muhammad Arsyad mendatangi Kadis Sosial, karena di arahkan oleh Wakil Bupati,Amru Saher.

Berbekal dengan surat disposisi dari Wakil Bupati Luwu, Amru Saher, meyakinkan hati Muhammad Arsyad akan direspon oleh pihak Dinas Sosial dengan penuh percaya diri menuju kantor Dinas Sosial, tapi sayang apa yang diharapkannya, tak seindah dibyangkannya, tanda tangan disposisi wakil bupati tidak ditanggapi, malah diminta untuk dikembalikan kepada si pembuatnya.

” Setibanya saya di Kantor Dinsos Luwu, mereka bilang tidak ada mobil, bawa saja kembali surtanya ke Pak Wakil.” Kata Arsyad.

Adapun surat terbuka yang dibuat oleh Muhammad Arsyad, sebagai berikut :

Surat terbuka untuk bupati luwu

Bapak bupati luwu yang kami hormati,
Apa kabar? Tentunya harapan kami bapak dalam kondisi kesehatan yang baik dan dimudahkan segala urusannya oleh Allah SWT.

Bapak bupati luwu yang sangat kami hormati, hari ini, ditengah saya menunggu pengurusan BPKB mobil di wisma kalla makassar saya kembali termenung dan meratapi nasib sosial di kabupaten luwu.

Saya begitu sedih ketika melihat wajah sosial di kabupaten luwu. Disabilitas (Tunarungu) salah satu komunitas yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Sosial.

Saya semakin meyakini itu, setelah mendengar arahan Ibu Menteri Sosial Republik Indonesia, “Khofifah Indar Parawangsa”, yang mengajak seluruh kepala daerah untuk peduli dengan kaum disabilitas. Bahkan sempat memuji walikota makassar dan bupati jember saat ini yang kepeduliannya terhadap kaum disabilitas sangat tinggi.

Selain itu, saya juga tertegun melihat Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tana Toraja dan jajarannya yang begitu peduli terhadap kaum disabilitas bahkan dalam kesempatan kegiatan Pembagian ABD di makassar, beliau terlihat tidur bersama para penyandang tunarungu di Aula GOR Sudiang beralaskan karpet dan bahkan langsung membagikan makanan kepada para penyandang bisu yang mereka bawa. Yang semakin membuat saya bangga adalah komitmennya untuk tidak makan sebelum semua pasukannya mendapatkan makanan. Saya bermimpi Luwu suatu saat akan seperti ini.

Pak bupati luwu yang sangat saya hormati, saya hanya ingin menyampaikan keluh kesah kami para pekerja sosial di kabupaten luwu. Kamis, 12 Oktober 2017, saya bersama 9 kaum disabilitas (tunarungu) menghadap Pak Wakil Bupati Luwu untuk meminta bantuan kendaraan menuju ke makassar, karena waktu itu saya ke rujab bapak tapi bapak sedang dinas ke luar daerah. Pak Wakil sangat mengapresiasi kami, beliau kemudian mendesposisikan permohonan bantuan kendaraan ke Dinas Sosial. Kami hanya meminta pinjaman mobil, tidak meminta dana sepeserpun ke dinsos. Akan tetapi, kekecewaan pun terjadi, dinas sosial tutup telinga dengan kondisi kami. Padahal kami berbuat demi kemanusiaan menjalankan kerja kerja yang harusnya dilakukan dinas sosial tapi tidak dilakukan. Di dinas sosial kami ditemui seorang ibu yang terakhir kami tahu menduduki posisi salah satu kepala bidang di dinas sosial kabupaten luwu. Kami tidak dilayani sesuai harapan, harapan kami tidak diakomodir, kekecewaan pun semakin tinggi. Saya kemudian mengurungkan niat untuk mengantar mereka (tunarungu) ke makassar.

Di hari sabtu, dimana rencana keberangkatan. Saya sedang istirahat, tiba-tiba para penyandang disabilitas datang dengan pakaian lengkap siap ke makassar. Saya semakin bingung. Akhirnya, Saya berkunjung dan berkonsultasi dengan kak ichsan pallawa untuk mencari solusi. Beliau memberikan banyak pengarahan kepada kami. Tapi, kami tetap tidak bisa berbuat banyak. Akhirnya, demi menghilangkan rasa kecewa mereka untuk menerima alat bantu, sayapun mencari solusi. Mencoba mendatangi kolega untuk meminjam kendaraan (mobil) dan uang untuk operasional ke makassar. Kamipun berhasil tiba ke makassar meski untuk pulang kami kesulitan.

Bupati luwu yang sangat kami hormati, panjang hal yang ingin saya ceritakan, tp mungkin akan membuang banyak waktu bapak. Saya cukup menceritakan sedikit curhatan ini.

Mimpi saya, suatu saat wajah dinas sosial di luwu dapat berubah, bisalah dinas sosial tana toraja atau dinas sosial kota makassar atau dinas sosial kabupaten jember menjadi tempati untuk sharing pengalaman. Tahun depan, kami berniat mendata penyandang tunarungu lainnya di luwu raya yang rencana kami pusatkan di luwu dengan perkiraan sekitar 400 orang lebih untuk meminta permohonan bantuan ABD ke kementrian sosial. Akan tetapi, kami mulai mengurungkan niat. Saya bersama 4 DPC Pospera di luwu raya mulai ragu. Takut kejadian sama kembali menimpa kami, sehingga tidaklah berani kami kembali memperjuangkan ABD untuk tunarungu jika tidak berkoordinasi dengan Bapak Bupati Luwu.

Salah Hormat Wargata
Muhammad Arsyad AD
Pekerja Sosial
Ketua DPC Pospera Luwu. (awi)

Komentar

News Feed