oleh

3 Tersangka OTT Pungli Sertifikat Prona Dikirim Ke Kejari Luwuk

MATARAKYAT-BANGGAI | Dugaan pungutan liar ( Pungli ) sejumlah oknum pegawai kantor Kelurahan Pagimana Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggal Sulawesi Tengah ( Kaimis,19 / 10 / 2017 ) dalam pengurusan Prona dilimpahkan  ke Kejaksaan Negeri Luwyk. Selain itu  barang bukti berupa berkas serta uang tunai belasan juta rupiah ikut diamankan.

Operasi Tangkap Tangan ( OTT ) setelah mendapat laporan masyarakat, Tim Kejaksaan Negeri Cabang Pagimana Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah, pagi tadi mengamanakan enam oknum pegawai kantor Kelurahan Pagimana diantaranya Lurah, Sekretaris Lurah beserta staf lurah.

Mereka langsung diamanakan petugas kejaksaan terkait dugaan pungutan liar dalam kepengurusan sertifikat Proyek Operasi Nadional Agraria ( PRONA ) tahun 2017.

Operasi tangkap tangan oleh kejaksaan di kantor kelurahan tersebut membuat warga yang datang membayar sempat kaget. Warga yang mengaku telah membayar uang sejumlah dua ratus ribu rupiah guna kepengurusan sertifikat PRONA.

Menurut warga jika tidak membayar petugas kelurahan tidak akan melakukan pengukuran serta kepengurusan sertifikat. Besarnya pembayaran yang dilakukan oleh ratusan warga bervariasi tergantung negosiasi.

Namun kebanyakan warga harus membayar sebesar dua ratus ribu rupiah, Sementara itu sebanyak enam oknum pegawai kelurahan terpaksa langsung dibawa ke kantor Kejaksaan Negeri Cabang Pagimana serta sejumlah berkas dan uang tunai

Dari enam oknum kelurahan yang telah diamankan tiga diantaranya nendapat proses lanjut dan dibawa ke kantor Kejaksaan Negeri Luwuk untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Tiga oknum kelurahan tersebut diantaranya Lurah bernama Abdul Said Laguni dan Ahmad, Sekretaris Lurah serta Siti Latifah, Panitia dan bendahara Prona.

Kacabjari Pagimanan, Ulfa Mandalani, SH,MH mengakui ketiga oknum Kelurahan kini tengah menjalani pemeriksaan serta pengembangan lebih lanjut di kantor Kejaksaan Negeri  Luwuk.

(Andi Baso Hery)

Komentar

News Feed