oleh

187 Pekerja Pabrik Dumai Terancam Nasibnya, Ini Penyebabnya

Matarakyat| Pabrik gula PT sumber mutiara indah perdana (SMIP) arogan terhadap 187 karyawan anak dumai yang nasibnya tak ada kejelasan status, kamis (26/10).

Awalnya 187 anak dumai sudah bekerja dipabrik gula pelintung selama tiga bulan, dan sebelumnya dijanjikan satu bulan kerja selanjutnya akan dikontrak, namun tidak sesuai dengan yang dijanjikan sampai saat ini belum ada kejelasan kontrak kerja dan gaji.

Salah satu pekerja pabrik gula anak dumai yang namanya tidak mau dipublikasikan mengatakan yang aneh lebih kurang 20 anak lampung yang baru kerja langsung dikontrak tetap.

” Semasa kami training gaji kami juga tidak sesuai UMK, hari rabu kami demon mempertanyakan kepada pihak PT namun dijawab Martius Maneger Power Plant PT akan memfasiltas satu persatu seperti interview, kami sepakat menolak, karena kami mau semuanya dipanggil ” kata salah satu pekerja pabrik gula

Laporan pekerja pabrik gula kepada pengawas Disnaker Fadli mengatakan PT Sumber Mutiara Indah Perdana ini tidak benar lagi tidak sesuai dengan UU tenaga kerja.

Dari himbauan surat Factory Manager M. Taufik Nasution, bahwa kita akan berkomunikasi/ sharing mengenai hal hal yang berkembang dengan pak Dani, Taufik , dan Riza hari jumat 27 oktober dan 28 oktober dengan pemanggilan satu persatu.

Tanggapan seluruh pekerja pabrik gula 187 anak dumai mengenai surat dari PT SMIP, kami akan datang seluruhnya ke pabrik gula.

Sumber :JNN

Komentar

News Feed