oleh

Robert Alberts Sebut Bek Kiri PSM Lemah

MATARAKYAT-BANJARMASIN – PSM Makassar gagal membawa pulang tiga poin setelah bermain imbang 2-2 menghadapi Barito Putra, Minggu (29/10/2017) malam. Robert Alberts menyebut dua gol yang bersarang ke gawang Rivky Mokodompit karena lemahnya bek kiri PSM yang dijaga Zulkifli Syukur.

‘’Secara keseluruhan pemain tampil bagus. Tapi kelemahan PSM ada di bek kiri. Dua gol Barito semuanya berawal dari bek. Saya akui pelatih Barito jeli melihat kelemahan itu,” ungkap pelatih PSM, Robert Alberts pada jumpa media usai pertandingan.

Pelatih asal Belanda ini juga memuji pemain Barito Putra yang punya keinginan mengalahkan PSM. Kinerja wasit Wasit Kris Griffiths Jones pun dinilai sangat fair dalam memimpin.

Namun Robert mengkritisi kondisi lapangan Stadion 17 Mei yang menurutnya tidak bagus.  “Sayangnya lapangan tidak bagus. Permukaannya tidak rata. Ini menyulitkan pemain untuk tampil dengan kemampuan terbaiknya,” katanya.

Ia menyebut pemain PSM tidak leluasa memainkan bola pendek yang cepat seperti yang selama ini mereka peragakan.

Menanggapi kritikan itu pelatih Barito Putera, Jacksen F Tiago, pun bereksi.  Ia balik menyindir  kondisi Stadion Mattoanging yang kondisinya tidak jauh beda dengan markas Laskar Antasari.

‘’Kita semua tahu rumput di sana (Mattoanging) seperti apa. Saya tidak bicara jelek, tapi kurang lebih sama dengan yang kita punya. Kalau dia menyalahkan lapangan,  tidak masalah. Tapi kedua tim main di lapangan yang sama,” katanya.

Menurut mantan pelatih Persipura ini, bukan lapangan yang mempengaruhi hasil pertandingan.

“Menyalahkan di luar teknis dan taktis sebenarnya hanya untuk menutupi kelemahan saja. Kalau saya, selalu melihat bagaimana kelemahan di tim saya. Apa yang bisa saya benahi. Kalau lapangan saya tidak bisa membenahi. Kalau kemampuan tim, saya masih bisa,”  sindir pelatih asal Brasil ini.

Terlepas dari itu meski hanya bermain imbang di kandang sendiri ia tetap memuji skuat asuhannya. Jacksen menyebut Rizky Pora dan kawan-kawan terus menunjukkan kematangan dalam bermain.

“Kami dapat ujian menghadapi tim calon juara. Tapi kami mampu memberikan perlawanan. Ini bertanda kinerja pemain menunjukkan kematangan yang luar biasa.,” katanya di depan awak media.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, pada lanjutan pekan ke-32 LIGA 1 2017 berlangsung seru. Kedua tim silih berganti mencetak gol. Meski naik ke puncak klasemen sementara namun hasil ini membuat  PSM gagal melebarkan jarak dengan Bhayangkara FC yang sama-sama meraup poin 62.

Posisi PSM masih bisa tergusur oleh Bali United jika mempu membekuk Sriwijaya FC di Stadion I Wayan Dipta Gianyar, Senin (30/10/2017). Bhayangkara juga masih bisa kembali ke puncak karena memiliki satu pertandingan lebih banyak ketimbang PSM yang sudah menjalani 32 pertandingan. (Asri)

Komentar

News Feed